Single Mom

Single mom kerap disebut juga ibu tunggal. Menyandang status ibu tunggal bukan perkara mudah. Berbagai masalah intern yang harus dihadapi dan diselesaikan sendiri. Tanpa teman hidup, untuk berdiskusi dan berbagi.

Menjadi single mom bukan suatu pilihan dalam hidup. Namun harus dijalani dan dihadapi. Garis hidup yang harus dijalani bisa disebabkan karena perceraian ataupun terpisah karena meninggalnya sang suami.

Berperan sebagai ibu sekaligus ayah terpaksa harus dijalani. Setumpuk tugas dan pekerjaan harus dilakukan seorang diri. Belum lagi menghadapi stigma negatif di masyarakat.

Entah mengapa kerap kali masyarakat memandang sebelah mata. Jika saja hidup bisa memilih, takkan ada orang yang mau hidup sendiri tanpa orang yang dicintai. Namun hidup harus terus berlanjut dan dijalani sepenuh hati.

Gunjingan dan sindiran terhadap peran single mom seringkali menjadi bahan candaan. Mereka tak menyadari bahwa hal ini telah menyakiti hatinya. Ironis, biasanya hal ini kerap dilakukan oleh kaum hawa itu sendiri.

***

Abaikan itu semua, yang terpenting adalah hidupmu dan buah hatimu. Jadikan setiap ketidaknyaman itu, menjadi energi yang akan membuatmu lebih baik lagi.

Tetap tegar menghadapi apapun yang terjadi. Berbaik sangka pada setiap perkataan yang ditujukan pada diri. Masih banyak hal yang memerlukan pemikiran ekstra jika dibandingkan dengan itu semua.

Bila kita mau peduli, keberadaan mereka sesungguhnya menjadi ladang amal bagi kita. Kehadiran mereka harusnya mampu menjadi cermin bagi siapapun, untuk selalu mempersiapkan diri bila kelak takdir yang sama menghampiri.

Sumber foto : Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ she’scafajar