Sosok Gaib di Bawah Tangga

Sosok Gaib di Bawah Tangga

 

 

Hari mulai petang. Aku masih berkutat dengan pekerjaan kantor yang belum selesai. Ingin rasanya cepat pulang bertemu anak dan isteri.

“Besok lagi, lah,” gumamku.

“Aku pamit dulu, ya,” sapaku kepada teman kantor. Mereka membalas sengan senyum dan doa agar aku selamat sampai rumah.

Perjalanan dari kantor ke rumah sekitar lima puluh menit. Selain jauh, jalanan juga ramai. Kemacetan menjadi pemandangan yang biasa.

Kulihat rumahku sepi. Rupanya isteriku belum sampai rumah. Hari ini ia pulang sore. “Ke mana Dio, ya,” gumamku.

Dio anak semata wayangku. Usianya sudah sembilan tahun. Kami belum dikaruniai anak ke dua. Dia selalu menanyakan kapan punya adik.

“Hmm … baru pukul 4 sore tapi sepi sekali,” pikirku.

Kucoba ke kamar Dio di lantai dua. Mungkin saja dia sedang tidur. “Dio, Dio …,” kupanggil perlahan.

Ternyata kamarnya kosong. “Mungkin dia sedang main futsal di sport club,” pikirku sambil merebahkan diri di tempat tidurnya.

Mataku menerawang ke balik pintu yang terbuka. Pandanganku kosong. Tubuhku dalam posisi terbaring di tempat tidur Dio.

Tiba-tiba sosok anak kecil melintas. Berbaju putih dan celana pendek putih. Pakaiannya kotor. Aku terkejut namun tak berani mendekatinya.

Pikiranku kalut. Semoga makhluk itu tidak menampakkan wajahnya. Rupanya makhluk ini yang mendiami bawah tangga. Isteriku sering menjumpainya di situ.

rumahmediagrup/saifulamri

 

3 comments

  1. Master Saiful… Kalau di rumah ibu di halaman belakang yg ada makhluk seperti itu.Makhluknya sepasang. Waktu anak2 masih kecil sering kenampakkan. Sekarang anak2 sdh besar tidak. Tulisannya keren…

Comments are closed.