ST Thomas Aquinas : Upah untuk Hidup

Sumber Gambar : http;// www/liputan6.com//

ST Thomas Aquinas :  Upah untuk Hidup

Aquinas (1969) mengembangkan sistem ekonomi dari ide-ide aristoteles. Dia memulai dari proposisi bahwa upah layak secara moral bagi manusia berkaitan dengan upaya mencari harta benda dari rezeki. Memastikan bahwa semua anggota masyarakat memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahwa harga (upah) kerja yang diberikan harus adil. Dia menemukan bahwa upah dapat diterima menggunakan harga pasar sebagai harga yang  adil. Tidak ada paksaan dalam upah. Harga pasar yang dimaksud adalah harga yang dihitung dan bisa menutup biaya produksi atas produk sehingga adil juga berlaku bagi pemilik usaha. Aquinas beranggapan bahwa adil yang ia maksud ini sudah sesuai dengan kitab Injil yang ia yakini. Di mana, adil bisa juga berarti pada kesamaan informasi terkait upah di antara pekerja dan pemilik usaha. Tidak ada moral hazard, menipu dan upah diberikan untuk memenuhi kebutuhan pekerja. Inilah adil.

Namun, pemikiran Aquinas ini ditentang oleh R.H. Neyney (Tawey, 1954), bahwa menurutnya Aquinas tidak logis. Karena masyarakat selalu mencari keuntungan ekonomi, dan diasumsikan bahwa keuntungan ekonomi ini konstan dan terukur. Hal ini dimaknai bahwa unsur moral (menurut Aquinas) adalah hal yang penting untuk menunjukkan bagaimana mengahsilkan upah yang adil, padahal di dalam penentuan upah didasarkan pada keuntungan ekonomi.

Dengan demikian, bahwa terdapat perdebatan atas pendekatan yang digunakan untuk mengukur nilai tambah dari apa yang dilakukan pekerja. Apakah cukup secara moral atau dengan keuntungan ekonomi? Pendekatan keduanya tidak melepaskan bahwa upah terkait dengan keberlanjutan kehidupan seseorang.

Semoga bermanfaat

Referensi :

Aquinas, Saint Thomas (1953), ‘Whether it is lawful to sell a thing for more than it is worth,’ from Summa Theoligica, reprinted in D. Rappaport (ed.), The Political Ideas of St Thomas Aquinas, New York: Haffner Press, pp. 143–7.

Aquinas, Saint Thomas (1968), ‘Does man’s happiness consist in wealth,’ from Summa Theologica, reprinted in E. Freeman and T. Owens (eds), The Wisdom of Saint Thomas Aquinas, Greenwich, CT: Fawcett Books, pp. 123–7

Tawney, R.H. (1954), Religion and the Rise of Capitalism, New York: Mentor Books.

rumahmediagrup/Anita Kristina