Sudahkah Penilaian Anda Objektif? Intip Kisah Chonguita, Sang Puteri Monyet dari Filipina, yuk!

Sudahkah Penilaian Anda Objektif? Intip Kisah Chonguita, Sang Puteri Monyet dari Filipina, yuk!

Tak semua orang mampu menilai seseorang secara objektif. Tak jarang seorang pemimpin menilai seseorang karena kedekatan dan kepandaiannya dalam mengambil hati. Bahkan kerap kali kebencian menutup semua kebaikan dan kelebihan yang tercipta.

Seperti penggambaran sebuah peribahasa, “gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak.”

Nah, pemimpin yang baik adalah ia yang mampu menilai semua dengan pandangan objektif dan mengabaikan segala rasa pribadi apa pun bentuknya.

Berikut kisah “Chonguita, Sang Puteri Monyet“. Retelling cerita dari negeri tetangga Filipina. Simak, yuk!

“Pedro, Diego, dan Don Juan, pergilah kalian keluar istana. Carilah jodoh dan bawa kemari setelah menemukannya,” titah Raja kepada ketiga anaknya. Mereka pun pergi melaksanakan perintah sang ayah.

Setelah beberapa hari, Pedro dan Diego telah berhasil menemukan jodoh mereka. Sedangkan Don Juan masih terus berjalan mencarinya. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan seorang kakek yang memberikannya sepotong roti.“Hai, anak muda. Ambillah roti ini dan pergilah engkau ke istana yang jaraknya satu mil dari sini. Di sana kau akan berjumpa dengan para  monyet penjaga. Bagilah roti yang kau bawa, agar engkau diizinkan masuk melewati gerbang istana,” kata sang kakek sebelum pergi meninggalkan Don Juan.

Don Juan pun menuruti saran sang kakek. Setibanya di gerbang istana, ia pun membagikan roti yang dimilikinya untuk monyet penjaga. Ketika sudah berada di dalam istana, Don Juan bertemu dengan seekor monyet yang sangat besar.

Don Juan hendak berlari karena ketakutan, tetapi langkahnya terhenti ketika mendengar sebuah suara memanggilnya.

“Don Juan! Jangan takut. Aku tahu maksud kedatanganmu kemari. Kau ingin mencari jodohkan?” Don Juan terkejut mendengarnya, ternyata itu suara monyet besar.

“Iya, dari mana kau tahu?” kata Don Juan.

“Haha, aku ini monyet sakti. Mudah bagiku untuk mengetahui hal seperti itu. Jika kau ingin mencari istri, maka bawalah putriku dan jadikan ia istrimu,” kata monyet besar.

Maka menikahlah Don Juan dengan Chonguita, sang puteri monyet. Suatu hari Don Juan hendak menemui ayahnya dan meminta izin kepada monyet besar.

“Don Juan, jika kau ingin pergi, bawalah juga istrimu. Perkenalkan ia kepada ayah dan saudaramu,” kata monyet besar.

Maka, pergilah Don Juan dan Chonguita untuk menemui raja.

Raja sangat terkejut, ketika mengetahui puteranya mempunyai istri seekor monyet. Maka, ia berencana menyingkirkan Chonguita.

Suatu hari raja memanggil ketiga puteranya.

“Anak-anakku, katakan kepada isteri kalian agar membuatkanku sebuah mantel yang disulam dengan sangat indah. Aku berikan waktu selama tiga hari. Jika ada yang gagal, maka akan kuhukum mati,” perintah sang raja.

Raja yakin Chonguita pasti tidak akan bisa melakukannya. Tapi, ternyata ia salah. Ketiga menantunya berhasil membuatkannya sebuah mantel tepat waktu dan mantel Chonguita adalah mantel yang paling halus dan cantik sulamannya.

Raja pun mencari cara lain untuk menyingkirkan Chonguita. Ia pun kembali menitahkan ketiga menantunya untuk membuat sebuah topi yang disulam selama dua hari. Jika gagal, maka nyawa mereka menjadi taruhannya.

Dalam waktu yang telah ditentukan, mereka bertiga kembali berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik. Dan topi buatan Chonguita adalah yang paling bagus.

Raja masih terus berusaha mencari ide lain. Kemudian ia pun berkata, ”jika di antara kalian ada yang bisa membuat lukisan paling indah, maka aku akan mengangkat suaminya menjadi raja. Tetapi, jika dalam tiga hari ada yang gagal, maka akan dihukum mati.”

Di hari yang ditentukan, ketiga menantu raja telah meletakkan lukisan terbaik mereka di dinding ruangan istana. Seteleh raja selesai mengamati lukisan satu persatu, maka lukisan Chonguitalah yang paling indah.

Sesuai janjinya, akhirnya Don Juan suami Chonguita diangkat menjadi raja. Acara penobatan Don Juan pun digelar, semua orang turut serta meramaikan acara, mereka berdansa dengan pasangan masing-masing.

Tak terkecuali Chonguita, ia pun mengajak Don Juan untuk turut berdansa. Namun, Don Juan menolak dan mendorong Chonguita ke dinding istana. Tiba-tiba semua ruangan di istana menjadi gelap sesaat. Setelah lampu-lampu kembali menyala, Don Juan terkejut melihat seorang wanita yang sangat cantik di depannya. Ternyata itu adalah Chonguita yang telah berubah menjadi seorang puteri yang cantik jelita.

Apa yang dapat diambil dari kisah di atas?
1. Berikanlah pengakuan dan penilaian objektif kepada seseorang, meskipun Anda tidak menyukai atau membencinya.
2. Ketika berjanji, maka tepatilah janji tersebut.

Demikianlah kisah sederhana dari Chonguita. Meski terhitung sebagai dongeng, namun pelajaran di dalamnya patut ditiru.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/walidahariyani