Sukses Milik Semua Orang

“Aku mah apa atuh? Ga ada apa-apanya…”

Saat kau mengucapkan kata-kata itu sama halnya kau men-judge dirimu tidak layak dengan namanya kesuksesan.

Sukses bukan hak kita tapi haknya Allah. Ia yang memberi anugerah pada seseorang untuk sukses, buah dari proses panjang yang dilakukan dengan suka duka.

Bila kau berkata, “Aku tak punya potensi untuk sukses.” Kenapa bisa sebegitu yakinnya kau tentang masa depan hidupmu? Padahal Allah yang memiliki hidupmu.

Apa kesuksesan harus ditempuh dengan gelar sarjana? Apa kesuksesan harus ditempuh dengan tingginya jabatan? Apa kesuksesan harus ditempuh dengan banyaknya modal untuk usaha? Tidak teman, tidak! Itu hanyalah beberapa cara dari ribuan cara yang ditempuh untuk meraih kesuksesan. Yang terpenting adalah ikhtiarmu dalam berproses menuju kesuksesan, lalu tawakkal. Allah selalu menilai proses kehidupanmu, bukan hasil perjuanganmu, sekali lagi itu hanya anugerah, bonus dari perjuanganmu.

Apa aku lulusan sarjana? Apa aku punya jabatan? Apa aku memiliki banyak harta??

Tidak!!! Aku hanya lulusan SMA yang beruntung bisa sekolah hingga SMA. Terpilih sebagai perwakilan dari daerahku mendapatkan kesempatan sekolah gratis full biaya hidup selama 3 tahun. Tanpa anugerah itu mungkin aku tidak bisa melanjutkan pendidikanku. Aku bukan seorang manager, bukan leader, bukan koordinator bahkan bukan karyawan dari perusahaan mana pun. Kerjaku serabutan. Aku bukan lahir dari keluarga kaya. Untuk mendapatkan uang seribu saja aku harus bersusah payah. Tapi kenapa aku memiliki keyakinan untuk bisa sukses?? Karena Allah memberikan hak pada setiap hamba-Nya menentukan jalan mana yang akan dipilih. Sehingga di sana ada dua tujuan akhir, sukses atau gagal, bahagia atau menderita, tak peduli siapa aku dan bagaimana aku.

Aku yakin Allah itu adil. Tidak ada sedikit pun proses yang aku lalui tanpa dicatat oleh-Nya. Jika Ia hanya menilai hasil, aku bisa saja protes pada-Nya, bagaimana dengan manusia yang sejak lahir sudah menjadi kaya karena orang tuanya? Tidak adil dong, dia tidak usah kerja keras–berproses–berjuang–sudah mendapatkan hasil yang memuaskan, sedangkan aku harus susah payah menangis darah demi sedikit rupiah untuk mempertahankan hidup??

Apakah aku sukses? Jika kau memandang secara materi dan prestasi, tentu aku belum menjadi orang sukses. Tapi tahukah teman, kesuksesan itu kita yang menciptakan, bukan orang yang melihat diri kita. Menikmati proses yang kita jalani itu adalah kesuksesan besar dan rupiah hanya bonus kecil dari perjuangan kita. Bahagia dengan keadaan kita saat ini adalah kesuksesan karena kita berhasil mengelola rasa syukur kita.

Tanamkan mindset dalam diri bahwa kita bisa sukses, kita wajib sukses, kita harus sukses dan kita sudah sukses. Karena, sukses milik semua orang yang menikmati proses. Gagal pun milik semua orang, yang tidak mau berproses.

Jadi pilihlah jalan-jalan yang menuju kesuksesan meskipun kau menghadapi ribuan kegagalan. Pilihlah jalan-jalan menuju kebahagiaan meski kau menghadapi jutaan penderitaan. Karena proses panjang itulah yang Allah nilai, sebagai bukti penghambaan kita pada-Nya.

Salam Semangat

rumahmedia/alfafa