Surat Cinta untuk Abang

Surat Cinta untuk Abang

Dia anak pertamaku. Saat sedang mengandungnya di dalam rahimku, begitu banyak kekhawatiran yang kupikirkan. Kekhawatiran seorang calon ibu yang minim pengalaman mengasuh anak.

Aku takut tak bisa merawatnya dengan baik. Aku tak tahu bagaimana cara memandikan bayi yang baru lahir. Aku khawatir ASI-ku tak cukup memenuhi kebutuhannya.

Aku menangis sendirian di banyak malam. Memandangi bayi mungil yang baru saja kulahirkan. Meratapi kebodohanku yang fakir ilmu pengasuhan bayi. Memohon petunjuk dari Allah agar bisa menjadi ibu yang baik bagi anakku.

Tapi si sulungku ini tampaknya tak peduli. Meskipun banyak kekurangan yang dilakukan ibunya, ia tetap tak mau jauh dariku. Siang-malam maunya menempel saja.

Dengan sabar menemani ibunya berproses. Dengan ikhlas menghadapi emosi labil ibunya. Dengan besar hati menerima diriku yang masih saja harus belajar menjalani peran sebagai orang tua.

Sulungku, yang sebentar lagi insyaAllah memiliki peran baru sebagai seorang Abang. Tumbuh dewasa melampaui usianya. Masih ingin dimanja, tapi selalu mampu memberikan pengertian yang luar biasa. Di saat ibunya ini sedang merasa lelah dan seharian jadi marah-marah.

Andai ia bisa memilih, akankah ia tetap memilih kami sebagai orang tuanya? Ibu-bapaknya yang masih jauh dari sempurna. Sepasang orang tua yang masih harus banyak belajar memperbaiki diri.

Abang, anak tangguh yang selalu sanggup diajak berjuang. Berpindah-pindah kontrakan, hingga diangkut ke tempat kerja. Naik motor berhujan-hujanan. Sungguh, dari mulutnya tak pernah terlontar keluhan.

Empat tahun usianya insyaAllah bulan depan. Empat tahun dibesarkan dalam keterbatasan. Tanpa pernah ia menyalahkan keadaan.

Dalam senyap malam kupandangi wajah damainya yang terlelap. Menyisipkan doa, memeluknya dengan buncahan cinta. Kekasih istimewa dalam hati ibunya.

Berurai air mata. Terucap maaf dari mulutku, seorang ibu yang tak sempurna. Terucap terima kasih atas kesetiaan dan kasih sayangnya yang tak terhingga pada ibunya.

Peluk, cium, doa …
Untukmu, Sulungku tercinta 😘
MasyaAllah tabarakallah ❤❤❤

Bandung, 08 Desember 2019
rumahmediagrup/arsdiani

3 comments

Comments are closed.