Surat Kecil untuk Ayah

Surat Kecil untuk Ayah

Ayah…
Jika di waktu kemarin aku sudah memutuskan untuk tidak lagi memedulikan semua tentangmu, hari ini aku luluh.
Mengingat lagi tentangmu ternyata membuatku rindu.
Sedang apa kau di sana saat ini? Sehatkah?

Mungkin sebagian orang yang tak tahu masa laluku, mengutukku sebagai anak durhaka, karena tak lagi mau memedulikanmu.

Maafkan aku Ayah..
Aku hanya ingin sedikit bercerita tentang kita kemarin.
Tentang kesepianku tanpa dirimu selama dua puluh tahun lamanya.
Tanpa kehadiranmu di sisiku, membuatku kehilangan sosok lelaki yang sangat didamba setiap anak.
Dirimu seakan menjadi potret buram dalam memoriku.
Salahkah aku jika pada akhirnya aku mengacuhkanmu?
Salahkah jika aku ingin mengubur saja semua tentangmu dalam hidupku?
Salahkah jika aku tak mau lagi memedulikanmu yang juga tak memedulikanku?
Aku marah padamu, Ayah.

Maafkan aku yang sempat membenci, membenci ketiadaanmu dalam hari-hariku kemarin.
Maafkan aku yang tak mau lagi memedulikanmu kemarin.
Maafkan aku..

Engkau kini sudah memiliki kehidupan lain yang bahagia.
Aku ikhlas, kau telah memilih kehidupanmu.
Meski aku menyayangkan sikapmu yang masih saja tak memedulikanku.
Aku di sini ternyata masih memiliki rindu untukmu.
Aku di sini ternyata masih mengharapkan perhatianmu.
Setidaknya untuk anak-anakku.
Namun kau seakan hilang di telan bumi.
Tak lagi mau peduli dengan kehidupanku saat ini.
Aku sangat menyayangkan itu.

Aku mungkin salah telah mengabaikanmu karena kemarahanku.
Aku mungkin salah telah berlaku tak adil padamu
Lagi-lagi karena aku marah padamu, Ayah.
Maafkan aku untuk semua itu.

Sekarang…
Aku kembali mengingatmu.
Sehatkah kau di sana, Ayah?
Baik-baik sajakah kau dengan keluarga barumu di sana?
Aku merindukanmu.

Hanya doa terlantun di setiap sujudku.
Semoga kau selalu dalam keadaan sehat dan berlimpah bahagia.
Aku berharap kau juga mengingatku di sana.
Karena bagaimana pun
Kau tetap ayahku
Sampai kapanpun, kau tetap kakek dari anak-anakku.
Aku selalu menyayangimu.

Surat kecil untuk sang ayah nun jauh di sana, dari putri yang selalu merindukannya. Semoga ia merasakan pula kerinduan putrinya.

rumahmediagrup/bungamonintja

4 comments

Comments are closed.