Tangisan Kebahagiaan

Oleh : Hamni Azmi

Hari demi hari dilewati dengan begitu cepatnya. Tanpa kita sadari apa saja yang sudah dilakukan.

Apakah hari-hari kita sudah diisi dengan amalan-amalan yang bisa memudahkan menuju syurgaNya.

Ataukah hari-hari kita hanya terisi dengan omong kosong, hura-hura, dan kemegahan dunia?

Apakah sudah bisa merasakan indahnya meratap, menangis tersedu dalam sepinya malam saat bermunajat dengan sang Khaliq.

Ataukah hanya melakukan ritual yang wajib dikerjakan setiap hari, tanpa ada hati yang menjalankan ritual tersebut.

Nabi Shallallahu alaihi wasallama bersabda,

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu yang telah diperah bisa masuk kembali ke tempat keluarnya (H.R.Tirmidzi).

Bersyukurlah, tatkala bisa menangis dalam sujud.

Bersyukurlah, tatkala bisa menangis memohon ampunan-Nya atas segala kesalahan.

Bersyukurlah, tatkala bisa menangis memohon dimatikan dalam keadaan husnul khatimah.

Bersyukurlah, tatkala bisa menangis memohon terlepas dari siksa kubur.

Bersyukurlah, tatkala bisa menangis untuk selalu mendapat pertolongan-Nya.

Bersyukurlah, tatkala dapat merasakan ketenangan setelah sujud lamamu.

Karena tidak semua hati dapat menangis.
Karena tidak semua mata bisa meneteskan air mata saat bertemu Rabb-Nya.

Menangislah, hadirkan hatimu dalam setiap munajat.

Jangan hanya saat ujian menerpa, kita datang menangis di hadapan-Nya.

Dalam damaipun menangis dalam sujud akan semakin menenangkan jiwa.

Menangislah dalam setiap munajatmu.
Karena itu adalah tangisan kebahagiaan.
Yang akan membawa kita ke syurgaNya.

Semoga Allah hadiahkan kelembutan hati bagi kita semua.

Amin ya rabbal alamin.

Barakallahu fiikum

Rumah Media Grup /Hamni Azmi

One comment

Comments are closed.