Teknik Menulis Pengalaman

Teknik Menulis Pengalaman

Suka menulis? Banyak hal yang bisa ditulis. Salah satunya adalah menulis pengalaman.

Berbagi pengalaman menjadi hal yang sangat mudah untuk ditulis. Kita cukup menuangkan hal-hal yang kita alami. Maka jadilah tulisan.

Menulis pengalaman termasuk kategori fiksi. Hal tersebut bisa berupa full fiksi atau gabungan fiksi dan non fiksi (faksi). Teks menulis pengalaman disebut teks recount. Namun ada pula yang beranggapan bahwa menulis pengalaman termasuk ke dalam kategori non fiksi jika dituangkan dalam bentuk teks laporan. Jadi tergantung jenis teks yang akan ditulis.

Sumber tulisan dalam menulis pengalaman diangkat dari kisah nyata yang dialami penulis atau orang lain. Penulis dapat berbagi berdasarkan pengalamannya. Penulis juga dapat menuliskan pengalaman orang lain yang didengarnya. Sehingga penulis dapat menggunakan pov 1 atau 3.

Struktur teks pengalaman atau recount terdiri dari 3 bagian. Bagian pertama adalah orientasi atau pengenalan. Bagian kedua adalah events atau kejadian-kejadian. Bagian ketiga adalah reorientasi. Bagian ketiga ini bersifat tidak wajib, maskudnya dalam sebuah teks recount bisa hanya terdiri dari 2 bagian tanpa ada bagian ketiga yaitu reorientasi.

Apa yang dimaksud orientasi atau pengenalan? Bagian ini terletak pada paragraf pertama. Pengenalan yang dimaksud adalah pengenalan tokoh dalam teks, waktu, dan tempat kejadian.

Sedangkan yang dimaksud dengan events adalah serangkaian kejadian. Pada bagian ini terdapat pada paragraf kedua dan seterusnya. Jumlah paragraf tergantung pada berapa event yang terjadi. Setiap event dituliskan dalam paragraf tersendiri. Sehingga antara event yang satu dengan lainnya dibedakan pada masing-masing paragraf.

Bagian ketiga adalah reorientasi. Bagian ini terletak pada paragraf terakhir sebagai penutup. Reorientasi berisi pernyataan subjektif penulis terhadap apa yang telah ditulisnya.

Saifulamri/ rumahmediagrup