Teladan Rasulullah dalam Rumah Tangga

Teladan Rasulullah dalam Rumah Tangga

Masih merupakan sebuah hal yang tabu di tengah masyarakat kita. Ketika kaum lelaki mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Padahal Rasulullah SAW telah mencontohkan sebaliknya.

Di usia kehamilan yang telah memasuki fase trimester tiga ini. Berbagai perubahan pada tubuh mempengaruhi aktivitas keseharianku. Terutama dengan perut yang semakin membesar.

Dengan kandungan di dalam rahim yang semakin berat mulai mengurangi keleluasaan dalam bergerak. Juga menekan organ-organ lain di dalam rongga perut dan dada. Sehingga seringkali menimbulkan rasa mudah lelah serta napas sedikit sesak.

Segala perubahan itu tentu menyebabkan pekerjaan domestik yang biasa dikerjakan sehari-hari terasa lebih berat dikerjakan saat ini. Syukurlah di rumah ada dua orang lelaki yang selalu siap sedia membantu menjadi asisten dengan uluran tangan yang luar biasa. Suami dan anakku.

Bapak dari anakku tak pernah segan turun tangan berbagi tugas mengerjakan urusan kerumahtanggaan. Mencuci baju, mengepel lantai, bahkan terkadang memasak sudah lumrah dikerjakannya. Sementara urusan melipat baju, menyapu dan mencuci piring masih sanggup aku kerjakan.

Melihat contoh sehari-hari yang ditunjukkan bapaknya. Anak lelakiku pun dengan spontanitas dan inisiatif tingkat tinggi selalu menawarkan bantuan. Di samping fitrah seorang anak yang secara naluriah memang selalu ada dorongan untuk ikut serta membantu mengerjakan pekerjaan rumah.

Sebelum berusia tiga tahun, aku masih membatasi partisipasinya dalam membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Namun sejak genap berusia tiga tahun, aku sudah mulai mendelegasikan beberapa tugas kepadanya. Tentunya masih dengan pengawasan.

Mencuci alat makan sendiri, menyapu lantai, membuka-tutup jendela dan menyala-matikan lampu pada waktunya. Mencuci beras, membereskan tempat tidur dan mainan yang berserakan. Hingga membantu mencuci baju serta melipat baju adalah beberapa pekerjaan yang sudah mulai aku serahkan untuk dikerjakannya.

MasyaAllah, tabarakallah. Harapannya, kelak ia akan tumbuh menjadi pemuda dan lelaki dewasa yang tidak alergi melakukan urusan kerumahtanggaan. Sebagai upaya membentuk kemandirian serta kepribadian yang ringan tangan. Sebagaimana yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW.

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu salat, beliau berdiri dan segera menuju salat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan.

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157950780232847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani