Tentang Rasa (3 dan 4)

Tentang Rasa (3)

Tanya

Jika meyakini diam adalah emas
Berapa bongkah yang telah ia kumpulkan
Demi membelah diri dari nasabnya

Pasti sesak yang ia rasa kini
Terhimpit antara pilihan keharusan
Sendiri nikmati setumpuk goresan hati

Anggap yang kami tawarkan badai pasir
Lantas lepas saja kami utuh
Ceraikan akal dari kisah tentang kami

Lalu kami akan mematung tanpa nyawa di ingatan
Berdiri tegak di tepian kisah lama
Tak akan menampakkan jiwa di hadapannya

Inikah yang ia mau?

Dgt, 150319

Tentang Rasa

Tentang Rasa (4)

Berani!

Melepas kepergian
Tak pernah semudah membalikkan badan tanpa menoreh luka
Membiarkan berpaling
Tak pernah seringan meniupkan kapas agar melayang tinggi
Membebaskan ingatan
Tak pernah secepat mengerjapkan kelopak mata
Menghapus kecewa
Tak pernah sesederhana menutup buku

Butuh keberanian untuk sendirian dari kepedulian atas dasar kasih sayang
Butuh kekuatan untuk terdiam atas dasar benci pada keadaan
Butuh tekad untuk menjauh atas dasar sakit menghujam hati
Butuh pengorbanan untuk merelakan atas dasar egois

Lalu, disini kami
Terpaksa merelakan tanpa emosi
Dipaksa menerima tanpa debat
Memaksa tegar tanpa amarah
Kita lihat saja nanti!

Dgt
Home, 220419

Sumber : https://www.facebook.com/gita.LSN

rumahmediagrup/gitalaksmi

One comment

Comments are closed.