Tentang Rasa (7)

Tentang Rasa (7)

Kalem

Saya paling menderita!
Bah, sudah gila kau jiwa

Saya paling menyedihkan!
Cih, sudah sakit kau badan

Saya paling bingung!
Meh, sudah sinting kau singgung

Sudahlah
Jangan bolakbalik fakta
Diujung tanduk tumpul

Dgt
Desaku, 030619

Sumber : https://www.facebook.com/gita.LSN

Betul. Ini tentang rasa yang bergejolak karena emosi. Bukan saja emosi dalam amarah, tetapi ada emosi membangun suka cita termasuk usaha untuk ikhlas.

Melepas seseorang yang seharusnya berada dalam lingkaran kekuatan keluarga atas dasar cinta. Bukan melepas lanjut memusuhi dan tak peduli. Kami tidak sepicik itu menghujam niat mengacuhkan dirimu. Tetapi hanya melepas keinginanmu untuk menjauhi kami.

Setiap orang dan keluarga memiliki masalahnya sendiri. Alasan yang membuat ikatannya harus dilepas adalah, mungkin mereka tak lagi dapat mengikuti derap langkah bersama lima pasang kaki kami, karena terselip kecewa yang tak dapat terhapus dengan kata maaf.

Bukan masalah jika kami diperlakukan tak pakai hati. Tetapi jika orang tua kami merasakan seolah-olah tak ada peduli. Maaf saja! Kami punya harga diri.

Terkadang, masih ada sakit jika melintasi memori masa lalu. Oh, bukan hanya kali ini. Dulu, sekarang! Baiklah … ternyata sudah berulang, diam seribu basa.

Nikmati saja masamu jauh dari kami. Semoga keberkahan menyertai diri dan lingkunganmu. Selamat tinggal masa lalu. Kami akan tetap menyongsong masa depan dengan harapan kebaikan untuk semua.

Dgt, 311219

rumahmediagrup/gitalaksmi