Tepis Ragu, Mantap Melangkah

Tepis Ragu, Mantap Melangkah

Pernahkah berada dalam posisi gundah mengambil keputusan?Dipaksa keadaan untuk memilih sesuatu yang sulit. Terkadang setelah mengendapkan sejenak, muncul keraguan dalam hati. Sudah benarkah apa yang dilakukan.

Mengapa hati bisa mudah goyah?
Karena kondisi hati menyesuaikan dengan apa yang dirasakan saat itu.

Keteguhan hati ada kaitannya dengan banyak-sedikitnya maksiat yang diperbuat. Sejauh mana diri belajar tunduk pada syariat. Bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.

Semakin dekat dengan Sang Pencipta, maka ketenangan mudah diraih. Perlahan Allah hilangkan keraguan dan menggantinya dengan keyakinan. Menerima segala yang terjadi dengan keikhlasan. Sehingga tidak akan menyalahkan takdir atas apa yang menimpanya.

Syaikh Sholih Al Fauzan mengatakan,
Baiknya hati adalah dengan takut pada Allah, bertakwa dan mencintai-Nya. Jika hati itu rusak, maka seluruh badan akan ikut rusak. Akibatnya dia tidak akan mampu mengendalikan perbuatannya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaklah meminta pada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Jika baik hatinya, maka baik pula seluruh urusannya. Sebaliknya, jika rusak hatinya, maka akan tidak baik urusannya

Bila masih ada perasaan ragu, coba sharing dengan orang yang dipercaya. Dengan begitu akan terbuka persepsi diri dan makin obyektif dalam memberikan penilaian.

Jikapun ternyata keputusan yang diambil adalah hal yang salah, maka bersegeralah menata hati. Setelah tenang, baru ambil opsi lain. Yakin saja bahwa Allah akan memberikan hal terbaik untuk hamba-Nya.

Tidak masalah membuat kesalahan, asal setelahnya berbenah diri. Kesuksesan bisa di raih dari pembelajaran kegagalan yang pernah dilakukan. Jangan pantang menyerah. Fokus masa depan, dan raihlah kebahagiaanmu!

rumahmediagrup/siskahamira