Tergerusnya Naluri Keibuan, Hanya Islam Solusinya

Tergerusnya Naluri Keibuan, Hanya Islam Solusinya

Oleh: Marvha Mirandha
(Aktivis Mahasisiwa)

Kasus yang acap kali terjadi dan sungguh memiriskan hati. Betapa tidak, pada hakikatnya seorang “ibu” adalah figur yang selalu dirindu dengan segenap kasih dan sayang yang tak terhingga, bahkan muncul pepatah yang mengatakan “kasih ibu sepanjang masa, sedang kasih anak sepanjang galah”. Namun sayang, sungguh sayang, hari ini banyak kasus mencengangkan yang bahkan tak bisa diterima oleh nalar. Kasus penganiayaan, pembunuhan ibu kepada anak kembali terjadi.

NP (21) mengaku menyesal telah menganiaya anaknya ZNL (2,5) hingga tewas dengan digelonggong air. NP mengaku tidak bisa mengontrol emosinya. NP mengaku menyayangi putrinya itu. Namun dia tidak bisa mengontrol emosinya hingga mengakibatkan anak tewas di tangannya.

“Sayang. Saya stress, saya memang nggak terkontrol,” ujarnya.
NP mengaku melakukan hal itu karena kesal terhadap suaminya.
ZNL digelonggong air hingga tewas oleh NP. NP melakukan hal itu secara terus-menerus selama sekitar 20 menit.(detik.com)

“Istrinya stress diancam diceraikan apabila anaknya ini dalam kondisi kurus tidak bisa gemuk,” kata Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandhy Idrus kepada wartawan di kantornya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (25/10/2019).
Irwandhy menyebutkan, karena ancaman sang suami, NP menjadi tertekan hingga mengambil jalan pintas untuk ‘menggemukkan’ anaknya dengan cara digelonggong air minum.
“Bagaimana bisa membuat gemuk dari masalah ekonomi, dalam rumah tangganya emang tidak mempunyai gizi yang cukup. Pelaku mengambil jalan pintas akan terlihat gemuk dengan memasukkan sejumlah air setelah di isi akan terlihat gemuk, pikirannya pelaku,” jelas Irwandhy.(islampos.com)

Hal yang paling miris adalah alasan dibalik kekejaman sang ibu pada anaknya. Alasan strees, takut dicerai suami, ekonomi rendah dan lain sebagainya telah mampu menggerus hati nurani seorang ibu hingga mampu berbuat hal yang sungguh mencengangkan.

Dari fakta-fakta diatas dapat kita renungi, sesungguhnya banyak faktor yang dapat membuat seorang “ibu” kehilangan kontrol diri bahkan kehilangan hati nurani. Faktor stres seorang ibu pun tidak dapat dianggap remeh ditengah kehidupan yang hedonis, menuntut begitu banyak hal, dan seringkali hanya diselesaikan dengan solusi praktis yang justru menambah masalah lainnya. Disisi lain terkadang seorang wanita sebagai “istri” kurang mendapat perlakuan yang baik dari suami, hingga emosinya cenderung labil dan berbuat nekat.

Pada hakikatnya ke tidak teraturan dalam hidup yang pada akhirnya menyebabkan banyak masalah, terutama dalam masalah rumah tangga hingga membuat anak menjadi korban adalah karna ditinggalkannya aturan Allah yang sempurna dalam hidup. Ketidak pahaman terhadap peran masing masing, seperti yang telah dijelaskan oleh islam sedemikian rupa membuat banyak masalah terjadi. Perempuan sebagai ibu memperoleh banyak tekanan dalam hidup sehingga tak bisa menjalanlankan perannya dengan baik.

Sedang dalam islam, perempuan memperoleh perlakuan dan penghormatan yang baik terhadap perannya sebagai ibu. Peran yang begitu mulia diantaranya mendidik dan mengasuh anak serta menjaga rumah tangga.

Islam menanamkan dalam diri perempuan suatu rasa yang sangat besar tentang tugas penting mereka sebagai penjaga rumah dan pengasuh anak-anak mereka, yang mereka lakukan dengan kesungguhan dan kepedulian yang paling serius. Hukum Syariah juga menciptakan unit keluarga yang kuat dan terpadu.

Islam juga menjelaskan lagi secara lebih spesifik mengenai peran, tugas dan hak diantara laki laki dan perempuan. Keduanya memiliki porsi masing masing yang sama mulianya dihadapan Allah dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Jika di saat ini dirasa begitu sulit mengokohkan peran masing masing, mungkin karna bukan aturan Allah yang digunakan. Berbeda jika hukum yang diterapkan adalah hukum Allah yang akan menjaga dan mengokohkan peran masing masing tanpa merasa ada yang lebih tinggi dan lebih berharga dibanding tang lain.

Khilafah berdasarkan metode Kenabian akan menjaga peran laki-laki dan perempuan yang telah didefinisikan Islam dalam kehidupan keluarga, dan mengangkat status penting perempuan sebagai istri dan ibu. Hal ini akan mencakup jaminan penyediaan nafkah bagi perempuan sehingga mereka tidak ditekan untuk mencari nafkah dan mengganggu tugas-tugas penting mereka terhadap anak-anak dan keluarga mereka. Sebagai contoh, jika seorang perempuan tidak memiliki kerabat laki-laki yang mendukungnya, maka di bawah Islam, negara berkewajiban menyediakannya. Oleh karena itu hukum Islam yang dilaksanakan di bawah Khilafah mendukung para ibu dalam memenuhi kewajiban vital mereka yaitu merawat dan membesarkan anak-anak mereka serta menjaga rumah mereka. Mereka juga menjamin keamanan finansial bagi perempuan dan memastikan bahwa mereka tidak pernah ditinggalkan untuk mengurus diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, atau dibiarkan menderita kesulitan keuangan.

Islam akan melindungi perempuan dari menderita kesulitan bahkan stres hingga ia dapat menjalankan tugas dan perannya sebaik mungkin. Pada dasarnya seorang ibu tangguh akan melahirkan para generasi tangguh yang melekat dalam dirinya keimanan dan hidup yang dipenuhi dengan visi visi besar sebagai bukti ketundukan dan ketaatan sebagai seorang hamba.
Wallahu ‘alam bis showwab

Rumahmediagrup/UmmuAli