Ternyata Tanggal 4 Desember Adalah Hari Artileri Nasional








Ternyata Tanggal 4 Desember Adalah Hari Artileri Nasional

Sudah pada tahu belum, kalau setiap tanggal 4 Desember itu diperingati sebagai Hari Artileri Nasional. Nah, apaan tuh, artileri?

Pada awalnya, artileri (bahasa Perancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeksripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga untuk menyebut senjata darat anti-udara.

Sesuai fungsinya, artileri ini merupakan bentuk persenjataan paling mematikan dan paling efektif. Dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II dan Perang Napoleon, sebagian besar kematian disebabkan oleh pertempuran artileri. Wah, benar-benar merupakan senjata yang ampuh untuk melindungi keamanan suatu negara ya.

Artileri diperkirakan masuk Nusantara pada saat invasi kerajaan Mongol Yuan tahun 1923. Pada saat itu tentara Mongol membawa meriam-meriam yang kemudian ditiru oleh orang-orang Majapahit.

Setelah runtuhnya kerajaan Majapahit pada 1527, meriam pengisian belakang ini mulai pudar, digantikan oleh meriam pengisian depan.

Di zaman penjajahan Belanda, ketika banyak orang Indonesia dibutuhkan untuk menjadi tentara kolonial, divisi artileri KNIL menerima orang Indonesia. Sehingga ada beberapa nama yang akhirnya menjadi artileris. Sebut saja Soerio Santoso, kemudian Urip Sumohardjo, dan lain-lain.

Hal ini berlanjut, setelah penjajahan Jepang. Namun ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk pada 5 Oktober 1945, kekuatan artileri belum jelas. Baru ketika terjadi sejarah pertempuran 10 November, pemuda artileri Indonesia mengambil bagian. Meriam-meriam pasukan yang diketuai Minggu (mantan artileris KNIL), ikut menembaki tentara sekutu (Inggris).

Pada tanggal 4 Desember 1945, Letnan Jendral Urip Sumohardjo meresmikan berdirinya markas Artileri yang bertugas membina satuan artileri Indonesia dengan komandan pertama adalah Letnan Kolonel R.M. Pratikno Suryosumarno. Markas Artileri tersebut merupakan bagian dari jawatan persenjataan Markas Besar Tentara (MBT) yang berkedudukan di Yogyakarta. (Sumber: Untitleed)

Wah, pantas saja, di kemudian hari, tanggal 4 Desember dinyatakan sebagai hari artileri.

Pada 19 Desember 1948, dikarenakan terjadi Agresi Militer Belanda II, sempat memporak-porandakan arterilis Indonesia. Baru pada Desember 1949, divisi artileri Angkatan Darat dibangun kembali.

Artileri meriam pada dasarnya dibagi menjadi 3, yaitu:

Gun, adalah artileri yang memiliki laras panjang, kecepatan peluru tercepat dan cenderung lurus. Jenis artileri ini sudah jarang digunakan karena terlalu besar dan berat.

Howitzer, adalah artileri yang memiliki laras relatif pendek, kecepatan peluru sedang. Howitzer merupakan favorit karena dengan laras lebih pendet, alat ini memakai kaliber lebih besar dan mematikan.

Mortir, adalah artileri yang memiliki laras paling pendek, kecepatan peluru paling lambat.


Gimana teman-teman? Sudah pernahkah melihat atau memegang artileri?

Saya sendiri, baru pernah lihat artileri ketika berkunjung ke museum bersama keluarga.




Kini artileri Indonesia berkembang secara organisasi dan persenjataan. Indonesia punya satuan artileri medan yang dibina Pusat Kssenjataan Artileri Medan atau Pussenarmed dan artileri pertahanan udara yang dibinda Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara atau Pussenarhanud.

Keren banget, ya. Ternyata Indonesia pun sudah mempunyai persenjataan yang memadai. Di luar itu, saya pribadi sih berharap, meski persenjataan kita lengkap, tapi tidak perlu digunakan. Karena saya berharap negara kita damai-damai saja ya. Tidak terlibat perang baik intern maupun dengan pihak luar. Hope for Indonesia. Amiin 😇😇

rumahmediagrup/emmyherlina