Terpilih

 Terpilih

 
Itulah dirimu
 
Menyeruak diantara berjuta pilihan
Satu sosok yang hadir di ujung pencarian
Sekian lama hati ini mencari
Dalam pengharapan
 
Tak terhitung wajah dan hati telah hadir
Mencoba mengetuk pintu terkunci rapat
Entah berkarat atau membeku meski kemarau tiba
 
Suara lembut mendayu
Seperti sonata para bidadari penghuni kahyangan
Bernyanyi menghibur lara
 
Menawarkan sebentuk ruang hati
Yang terisi penuh dengan janji menawan
Setia temani hingga akhir nanti
 
Entah
 
Tak bergeming batin untuk membuka pintu itu
Luka yang tergores terlalu dalam
Menusuk hingga menyentuh dinding kalbu
 
Kecewa dan sedih
Masih gagah temani
Seakan halangi siapapun yang ingin mencoba
Terobos dinding tebal penuh benci
 
Seiring waktu
 
Angin mulai melarutkan duka
Membawanya pergi jauh-jauh
Tak peduli siapapun yang coba mendekat rapat
 
Hati ini masih terlalu rapuh
Sentuhan kecil debu sekalipun sekiranya mampu
Hancurkan hingga serpihan tak berbekas
 
Saat itulah kau hadir
 
Tanpa janji manis bak gula merah
Atau selezat aliran sungai madu
 
Apa adanya kau tampilkan
Sederhana namun penuh sahaja
Tatapan penuh makna saat pertama jumpa
 
Dan

Tembok keangkuhan itu bergetar
Runtuh tanpa ampun
 
Ketika kau hadir
Saat itulah tersadar diri
 
Pencarian ini telah berakhir
 
Pasar Baru Bandung, pertengahan September 2019
D3100 in memoriam of 18-105 mm
Snapseed

#Nubar
#NulisBareng
#BerkreasiLewatAksara
#Level3
#menulismengabadikankebaikan
#week3
#RNB48




rumahmediagrup/masmuspoetrygraphy