Tersemat Atma

Sekeping atma yang tersayat lara
Mengejawantahkan serpihan janji manis yang tercecer di antara pengharapan fana
Menyusuri ufuk kala senja menyelinapkan bayanganmu begitu saja
Kau yang telah sirna
Hanya ejaan namamu yang masih tinggalkan jejak pada potongan-potongan payoda

Saat sepotong jiwa telah rebah pada gengaman rasa
Aku tercabik kecewa!
Terlalu dangkal untuk ku telaah
Mengapa kau tinggalkan aku dengan seonggok rindu
Yang saban hari terus membancang dalam rongga dada

Engkau atma, engkau jiwa, engkau sukma ….
Telah menyatu dalam aliran darahku
Atas nama asmara yang telah kau sematkan
Keindahan asa untuk kedepannya

Engkau telah pergi
Membawa segala janji
Menyeret titik bening air di sudut netra
Bukan salahku atau juga bukan salahmu
Takdir yang telah merenggut fakta menjadi fatamorgana

Merintih dalam kesenyapan
Di temani arumi bunga kamboja
Pilu, bersamai remah-remah gelabah
Memeluk nisanmu dengan sumarah

Cinta, andai kau mengerti siksa yang ku alami
Pada lembayung senja
Pada butiran rindu yang menggenapkan rasa
Disaat ku genggam tapi harus relakan kau berpulang
Selamat jalan cinta
Tunggulah aku menjadi bidadari menuju keabadianmu
Bawalah asmaraku hingga ke surga

rumahmedia/lellyhapsari

One comment

Comments are closed.