Teruntuk Belahan Jiwa

Teruntuk Belahan Jiwa

Rindu.

Kata itu yang kini menghampiri. Merasa sepi dan sunyi. Aku ingin hampiri. Tetapi apalah daya diri ini

Hanya bisa bertepi tersipu malu. Mungkin hatimu masih tertutup sendu. Akan sebuah luka.

Akankah terbuka kembali tabir yang kesekian kali? Ini hanyalah mimpi untuk bisa meraih. Hayalan yang penuh dengan angan. Tapi semua harus terlewati dengan berlalu.

Aku melangkah jauh ke depan. Sungguh bayanganmu sangat jauh dari pandangan. Entah apa daya rasaku untuk menerima. Tetapi ini memang sebuah angan.

Satu sisi yang lelah untuk mengarungi kehidupan ini. Pundakmu begitu kokoh menopang hidup yg berarti. Lelah yang tak pernah terucap. Air yang mengalir disetiap sudut wajah dan tubuhmu sudah bisa bercerita akan jiwa yang lelah.

Tapi…

Kehidupan ini lebih berarti jika satu hati kembali bersatu. Berkelana untuk mendapatkan satu waktu. Jalanan penuh dengan debu. Dan suatu kesempatan tak bisa datang kedua kalinya.

Rasa sendu akan separuh jiwa yang masih tersimpan jauh. Demi nama cinta semua tertaruhkan. Dua buah hati yang saling merindukan kedatangan. Batinku meronta. Mengikat denga rasa waktu yg terbatas.

Malamku sunyi tanpa dekapan. Tanpa bintang yang tercerahkan dari kedua bola matamu. Dan cerita yg lelapkan tidur.

rumahmediagrup/ummuali

One comment

Comments are closed.