Waspada dengan Perundungan, Yuk!

Seram juga ya, kalau setiap kali kita menyimak berita-berita yang menampilkan penghinaan.

Istilah kerennya. yaitu perundungan alias bullying. Pasti kita semuapun mengetahui. Kapan dimanapun perundungan bisa saja terjadi.

Biasanya, pelaku cukup berandalan atau merasa sikapnyalah yang paling benar. Sebagai penguasa atau ketua geng.

Hati-hati, karena menurut UNICEF (2015) bahkan korban yang mengalami perundungan, sampai ada yang menderita hingga depresi dalam jangka waktu yang sangat lama. Bahkan lebih parah lagi, hingga bunuh diri. Naudzubillah.

Sebagai awal dari sebuah kekerasan, jika perundungan ini dapat diatasi dengan cepat sebelumnya maka kekacauan lebih parah dapat teratasi pula.

Jenis perundungan juga ternyata cukup berpariasi. Diantaranya dalam bentuk menghina secara langsung, digosipkan, dicaci maki, dibentak dalam hal ini termasuk jenis perundungan verbal.

Yang kedua yaitu menghantam, mencubit dengan sengaja, menendang,termasuk kedalam bentuk fisik.

Terakhir masalah social. Dimana korban dijauhi, dikucilkan bahkan tidak diikutsertakan dalam kegiatan bersama. Ini disebut perundungan sosial.

Sebenarnya ada hal yang bisa bahkan harus kita lakukan ketika akan menjadikan kita korban perundungan. Slow but sure,
○berusaha tetap tenang dalam kondisi apapun.
○jangan jangan membiarkan pelaku mengetahui kesedihan stay kemaraahan kita.
○berdirilahberdirilah tegap, pandang dengan tegas, kalau berani hadapi, kalau kurang yakin sebaiknya tinggalkan saja. Tetapi Bukan berarti kita pengecut, namun bersikap mengalah dalam emosi jauh lebih menguntungkan.
○pertanyakan baik-baik apa masalahnya.
○per pergi adalah cara paling jitu, jika kita dihadapkan pada hal yang sudah membahayakan diri kita.

Nah, Sudah bisa kita pahami, tentang dunia perundungan. Meski sejumput, semoga tetap membuat kita semakin waspada, tanpa harus berperasangka yang tidak baik.

Sumber : Kemdikbud RI 2019

Foto : dokumentasi pribadi

2 comments

  1. Diusahakan, ada sosialisasi dan kedekatan menyeluruh dengan anak didik, agar bisa lebih waspada dan hati-hati 🙏

Comments are closed.