Tetaplah Bangga dengan Anak, Meski Tak Meraih Nilai Angka Juara

Lagi viral-viralnya mungkin, di akhir semesteran pembagian nilai raport di semua sekolahan saat ini. Tak hanya Paud saja, tetapi juga di SD, SMP, SMA, dan SMK.

Lihat kelakuan Nasya dari semalam tadi, yang santuy-nya minta ampun. Emak-nya grasak-grusuk mikirin itu besok nilai PAS bagaimana? Bagus, jelek atau sedang-sedang saja.

Hmm, padahal gak perlu juga galau merajai perasaan. Yang dapat nilai dia, yang ngejawab soal dia, ngapa mamak yang musti risau. Iya nggak?.

Melihat penuturan cerita diatas memang risih juga ya, padahal sudah semestinya kita banyak-banyak bersyukur.

Sebagai orangtua yang memiliki anak-anak yang luar biasa titipan dari yang Maha Kuasa, yakinlah mereka-pun berhak merasai bahagia dengan nilai hasil perolehan belajar di sekolahnya.

Bila perlu berikan kejutan yang tidak mereka duga, berharap mereka akan kembali merasakan bahagia, tanpa terlalu fokus pada angka nilai yang tertera di kertas penilaian sekolah, jika memang nilai tidak sesuai ekspektasi.

Namun, jangan lupa, kita sebagai orangtua wajib memberi nasihat menyemangati jiwa mereka. Setelah berusaha belajar tentu harus pula diimbangi dengan do’a kita kepada Pencipta.

Kita berkewajiban memberikan perlindungan, arahan dan cinta. Meski kadang pengharapan tak sesuai di kenyataan rasa. Bersabarlah.

Bagaimana tidak, semua pasti berharap anak-anaknya menjadi juara satu dan yang paling terbaik dari segala hal-nya. Tetapi semua bagaimana kehendak-Nya membuat semua terjadi apapun itu.

Tetapi semua bagaimana sikap anak-anak kita, yang tentu melakukan pembelajaran terbaik di setiap saat.

Paksaan sedikit memang harus untuk memicu belajar menuntut ilmu. Tetapi dihilangkan dulu marah mpai pembullyingan terhadap mereka, karena itu sangat berlebihan.

Paksaan kita kepada mereka, hanya akan memberikan keluhan itu semakin panjang saja, apalagi kita sendiri juga kadang merasa kalau anak-anak kita tak dapat dibandingkan dengan anak-anak yang lain.

Terima apa adanya mereka, seperti kita dahulu diperlakukan sama oleh orang tua kita, yang tidak pernah lelah mencintai.

Semoga selalu dapat melakukan yang terbaik selama bersama, tidak hanya di dunia namu harus selalu bersama sampai ke Jannah-Nya.

Pict : dokumen pribadi

3 comments

  1. Toss mbak Allys..ibu kereeen😍😍

    aku pun memilih santai ke anak. Terima anak apa adanya. Daripada aku meneruskan pola menuntut anak yang bikin anak stres apalagi smp depresi spt aku dulu

    1. Yo iiiii, padahal sempet GREMET, xixixix tapi apa mau di kata, do’ain aja ya Mbak Ribkaaa 🌹😁👍

Comments are closed.