Semoga Akhir yang Baik di Mati Kita

Bismillah. Bukan bermaksud ikut-ikutan, dengan berita duka yang viral di televisi dan sosial media. Ikut sedih dan mendo’akan tentu, semoga akhir yang bahagia man kita raih dikepulangan kita kelak. Aamiin yaa Rabb.

Saya melihat dari sisi lain tentang sebuah perpisahan. Siapa orangnya yang menginginkan terpisah jiwa raga dengan sang kekasih.

Semua pasti menjawab dengan tegas “tidak akan ada”. Semua manusia mengharapkan kehidupan panjang, meski tahu bahwa hidup di dunia hanya sebentar.

Dengan contoh kematian yang mendadak, kita akan semakin sadar, bahwa hidup ada yang mengaturnya. Tidak ada yang tidak akan merasakan mati.

Segera berbuat baiklah untuk bekal amal kita. Dan semoga ampunan-Nya memayungi kita dalam setiap langkah mengarah ke tujuan.

Sakit ditinggalkan sudah pernah saya merasakaan. Tidak dapat kita melupakan. Namun situasi seperti ini, memang harus dijalani. Semoga tidak pernah kalian alami.

Semua sudah ada jalan-Nya. Sabar dan sadar yang harus berlaku, demi masa kehidupan yang harus kita jalani selepas itu.

Kehilangan sudah pasti, cukup selalu mengucap do’a ketika tiba-tiba mengingatnya.

Pertama pasti akan berat. Tapi kebetulan kita orang yang dipilih-Nya untuk menjalani ujian terberat ini. Dan kita harus mampu until berjuang.

Rintangan pasti selalu ada, yakinlah semua karena Cinta-Nya. Dan bisa juga karena dosa-dosa yang ingin memperlihatkan kepada kita, bahwa kita sewajibnya menjauhi dosa-dosa. Segera bertaubat dapat memberikan jalan lebih bercahaya.

Pernahkah terbersit untuk segera merubah sikap kearah hijrah yang baik? Bukan sekadar ikut-ikutan saja. Tetapi niat mengazamkan hidup lebih bermakna dikemudian waktu.
Wallohua’lam.

Foto : dokumentasi pribadi