Tidur Bernuansa Spiritual Ala Rasulullah SAW

Tidur Bernuansa Spiritual Ala Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW mampu tidak tertidur sekalipun kedua matanya terpejam. Beliau tidur namun seluruh panca inderanya tetap terjaga, dan manusia yang paling sedikit tidur semasa hidupnya. Tetapi anehnya beliau tidak pernah sakit disebabkan oleh kekurangan tidur. Itulah yang dinamakan tidur bernuansa spiritual.

Bisakah manusia biasa mengalami tidur spiritual seperti beliau? Bagaimana cara menggapainya? Mari disimak penjelasan berikut :

Salat Witir yaitu salat sunnah yang jumlah bilangan rakaatnya ganjil. Rasulullah SAW tidak pernah absen untuk salat Witir sekalipun dalam keadaan sakit atau lelah. Sehingga ketika tidur kedua matanya terpejam, tapi hatinya tetap terjaga atau sadar. Oleh karena itu beliau dapat melakukan salat sunnah, bahkan mampu menerima wahyu dalam kondisi tidur.

Tidur dengan posisi dada menghadap kiblat dan meletakkan bagian kanan tubuh di bagian bawah adalah posisi yang dicontohkan dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Itulah yang paling baik. Posisinya sama dengan posisi ketika jenazah dibaringkan di dalam liang kubur. Tidur dengan posisi menghadap kiblat memang lebih disukai oleh Allah SWT.

Membaca ayat kursi sebelum tidur memiliki maksud dan hikmah agar ketika tidur, ruh yang suci dan tidak berdosa dapat berinteraksi dengan malaikat. Ruh baik bisa mengarahkan manusia untuk berbuat baik dan merupakan isyarat baik dari Allah untuk mengajak manusia kepada kebaikan. Sedangkan ruh yang jahat akan berinteraksi dengan setan dan bisa mengarahkan manusia untuk berbuat dosa dan maksiat.

Membiasakan membaca doa tidur sebelum dan saat bangun tidur.

Tujuannya agar mendapatkan mimpi yang menyenangkan, sehingga akan mendatangkan perasaan bahagia secara psikologis. Kita diperbolehkan untuk menceritakannya kepada orang lain. Sedangkan bila mendapat mimpi buruk, maka akan mendatangkan perasaan menderita dan sedih bagi orang yang bersangkutan.

Jadi mendapat mimpi buruk, maka setelah bangun meludahlah dengan mengeluarkan sedikit air ludah ke sebelah kiri sebanyak tiga kali lalu memohon pertolongan Allah. Jangan ceritakan mimpi buruk tersebut kepada orang lain. Sebab mimpi buruk tersebut bisa jadi datangnya dari setan. Wallahu alam bishowab.

Sepertinya sebuah hal yang luar biasa kalau manusia biasa bisa meraih tidur spiritual ala Rasulullah Saw tersebut. Dampak secara psikologisnya bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membuat jiwa lebih tenang. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

***

Sumber : Mujib, M. Ag. Abdul, Nuansa-nuansa Psikologi Islam, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2002 M.

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah