Tipe Pekerjaan dalam Migrasi

Tipe Pekerjaan dalam Migrasi

Bentuk tenaga kerja yang menjadi pilihan pelaku migrasi kecenderungan berkaitan dengan formalitas, status hukum pekerjaan, waktu kerja, tujuan, basis keterampilan dan mekanisme pendukung. Upah sering kali mengikuti dan belum menjadi fokus utama. Seorang migran rela melakukan pekerjaan yang jauh dan upah rendah dikarenakan mereka memiliki harapan suatu saat akan meningkat jumlah upah yang diterimanya. Namun, persoalan legalitas seringkali dikaitkan dengan upah. Tidak jarang sebagian kecil dari mereka tidak memperhitungkan legalitas ini, namun berharap upah bergerak mengikuti waktu kerja mereka.

Bergeraknya migrasi pada pekerjaan-pekerjaan dengan upah rendah dikarenakan mereka memiliki keterampilan yang rendah. Hal ini menyebabkan jenis-jenis pekerjaan yang melingkupi mereka berada pada area pekerjaan yang kurang melindungi dan berbahaya. Dan bahkan pekerjaan tersebut dihindari oleh pekerja penduduk asli. Meskipun berjalannya waktu, jumlah tenaga kerja migran yang terampil dan profesional terus bertambah, namun mereka masih merupakan bagian yang lebih kecil dari total aliran tenaga kerja. Karena aliran tenaga kerja banyak berpusat pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan profesionalitas tinggi.

Proyeksi pekerjaan migran internasional lebih banyak jumlahnya dengan tipe pekerjaan yang informal, ilegal dan pekerja kontrak. Karena hal tersebut, maka pemerintah memiliki banyak kebijakan yang melindungi tenaga kerja migran internasional melalui penyediaan kompetensi mereka. Uji sertifikasi kompetensi pemerintah yang diberlakukan pada pekerja migran menjadi alat perlindungan dari upaya penyediaan keterampilan kerja.

Lalu bagaimana dengan tenaga kerja migran internal? Tipe pekerjaan apa yang mereka pilih? Aliran migrasi ke daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi masih menjadi alasan utama para migran. Rasionalitas pada keputusan pindah dengan harapan perbaikan ekonomi keluarga masih menjadi alasan terkuat mereka. Hal ini sejalan dengan aliran tenaga kerja tidak berketerampilan ke beberapa daerah tujuan migran. Meskipun ada juga dari mereka yang berketerampilan dan profesional mampu bertahan di daerah tujuan.

Segala jenis pekerjaan yang menjadi pilihan para migran memiliki tantangan tersendiri. Bagi mereka pelaku migran internasional, tantangan terbesar adalah ketergantungan keluarga para migran pada upah tinggi. Kemampuan pengelolaan uang kiriman yang besar memiliki banyak dimensi non ekonomi bagi keluarganya. Seperti strata sosial, nilai kemasyarakatan, dan struktur sosial di sekitar mereka. Berbeda dengan tenaga kerja migran internal, mereka memiliki tantangan untuk bertahan. Berkompetisi dengan penduduk asli daerah tujuan adalah hal tersulit bagi mereka. Kecuali mereka memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh penduduk asli.

Di sisi lain, pasar tenaga kerja migran membutuhkan modernisasi pekerjaan. Segmentasi pasar tenaga kerja internal dan eksternal sangat tergantung pada jaringan sosial dan agen dalam hal pekerjaan. Konsekuensi jika hal tersebut belum dipenuhi pekerja migran, maka akan terjadi kejenuhan pola pekerjaan imigran dalam pekerjaan tertentu, industri bahkan daerah tertentu.

rumahmediagrup/Anita Kristina

3 comments

  1. Nah kalo standarisasi upah minimum profesi itu adakah pembahasannya, Mbak? Karena yang saya lihat, upah minimum profesi kan berbeda. Kayak pengalaman pribadi. Upah minimum profesi perawat di kota saya nyatanya masih lebih rendah dari pegawai pabrik, padahal risiko kerja juga besar kan? 🙏🙏

    1. Upah itu menurut teori adalah kesepakatan antara pemilik usaha dan pekerja. Mekanismenya melalui tawar menawar atau kesepakatan. standar upah hanya digunakan sebagai informasi upah dan acuan standar upah. Jika upah yang diterima pekerja di bawah standar maka dikarenakan dia telah bersepakat dengan nilai upah yang ditawarkan oleh pemilik usaha/perusahaan.
      UMK jatim 4 juta sekian, gaji pokok saya 2 juta sekian, tapi karena saya bersepakat menerima maka ya sebesar 2 juta sekian yang saya terima.

      Semoga bisa diterima penjelasan ini. Terimakasih.

Comments are closed.