Tips Manajemen Waktu (Bagian 1)

Tips Manajemen Waktu (Bagian 1)

Menjalani kesibukan sehari-hari sebagai seorang ibu sekaligus pebisnis online, ditambah masih menjalankan peran sebagai seorang dokter itu sungguh sangat ‘rempong’ sekali. Mengerjakan tugas-tugas domestik saja adalah sebuah kerempongan yang tiada akhir. Emak-emak pasti bacanya ini sambil manggut-manggut setuju deh, iya apa iya?

Jika tak pandai-pandai mengatasi semua kerempongan tesebut, bisa-bisa satu urusan saling menghambat terhadap urusan yang lain. Salah satu resep agar semua bisa berjalan dengan baik adalah, harus menaklukkan kerempongan dengan mengatur manajemen waktu. Nah, bagaimana caranya?

Ini penting sekali, karena tanpa manajemen waktu mau menjalankan peran apapun tidak akan merasa punya cukup waktu. Selalu merasa sibuk, rasanya semua pekerjaan itu penting dan harus segera diselesaikan saat ini juga. Sedangkan dengan manajemen waktu yang baik maka semua akan aman terkendali.

Sebenarnya menulis tema ini bukan karena saya sudah lihai dalam urusan manajemen waktu. Namun sambil belajar disiplin dalam menjalankannya. Sambil berbagi ilmu supaya saya bisa terus belajar dan mengingatkan diri sendiri juga.

Bismillah ….

Pertama, kita harus membuat skala prioritas, untuk mengetahui perkara apa yang lebih penting dalam hidup dan keseharian kita. Kemudian, kita harus membuat kuadran kegiatan. Mengelompokkan kegiatan berdasarkan kategori tingkat kepentingan serta mendesak atau tidaknya.

Menyusun skala prioritas contohnya seperti ini, berdasarkan urutan skala prioritas adalah :
1. Kewajiban kepada Allah
2. Kewajiban kepada suami dan anak
3. Kewajiban kepada orang lain
4. Kewajiban kepada diri sendiri

Sementara, untuk kegiatan yang perlu dikerjakan sehari-hari, kita susun menjadi 4 bagian dengan kategori, yaitu :
1. Penting dan mendesak
Tugas yang termasuk dalam kategori ini harus didahulukan untuk dikerjakan, sesegera mungkin, sekarang juga.
2. Penting, tapi tidak mendesak
Buatlah rencana jadwal khusus untuk mengerjakan tugas di kategori ini.
3. Tidak penting, tapi mendesak
Delegasikan. Carilah bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.
4. Tidak penting dan tidak mendesak
Tinggalkan saja, karena kegiatan ini sebenarnya tidak perlu dikerjakan.

Bagaimana mengaplikasikan skala prioritas dan pembagian kegiatan 4 kuadran itu dalam aktivitas sehari-hari? InsyaAllah akan saya sampaikan dalam tulisan berikutnya. Ikuti terus ya.

Semoga kita bisa memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang diberikan Allah. Agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang merugi. Karena sesungguhnya waktu itu adalah nikmat, tinggal bagaimana kita menggunakannya ke arah yang bermanfaat.

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam keadaan merugi. Kecuali mereka yang beramal sholeh. Yaitu mereka yang saling menasihati dalam kebaikan, dan mereka yang saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. 103 Al-Ashr: 1-3)

Ditulis ulang dan disunting seperlunya dari :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157904335762847&id=748347846

rumahmediagrup/arsdiani

One comment

Comments are closed.