Tuhan Lebih Tahu Apa yang Terbaik Untukmu

Dokumen Walidah Ariyani

Tuhan Lebih Tahu Apa yang Terbaik Untukmu

Masih ingat cerita tentang Rusa dan Singa yang pernah saya tulis? Bagi yang belum membacanya bisa di klik di sini https://rumahmediagrup.com/2019/11/01/mengais-inspirasi-pagi-dari-kisah-rusa-dan-singa/

Betapa Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik untuk makhluk-Nya. Dulu saat masih berseragam abu-abu, saya kerap mengeluh. Kenapa kaki terutama bagian paha saya tercipta lebih besar dibanding bagian tubuh lainnya.

Seperti layaknya remaja yang ingin tampil sempurna, saya juga demikian. Berharap lemak-lemak di paha naik ke bokong atau ke dada. Nyatanya semua itu tak mungkin, kecuali melakukan operasi yang kebanyakan dilakukan oleh beberapa oknum (katakanlah seperti itu).

Akibat dari paha besar, jika berat badan naik maka yang tak muat duluan adalah bagian paha. Meski celana atau rok bagian pinggang masih lebar jika di paha kecil maka tak bisalah digunakan pakaian itu.

Waktu terus berlalu. Bertahun lamanya jawaban Tuhan tak kunjung ditemukan hingga saya akhirnya menikah dan mempunyai anak.

Kesadaran perlahan muncul.

Saat anak pertama masih kecil, ia sangat suka tidur di kaki saya dengan posisi selonjoran. Kaki digoyang-goyang layaknya ayunan dan si kecil pun tidur nyenyak. Bisa dibayangkan jika kaki saya kurus, kecil dan hanya tulang (wah, ini terlalu mendramatisir, ya?)

Anak kedua lahir hingga ketiga. Paha saya tetap menjadi tumpuan mereka untuk tidur. Terutama saat naik mobil pergi ke suatu tempat. Seperti kemarin Minggu, 10 November 2019. Saya pergi ke BBW di Balikpapan. Baca kisah perjalanan saya di sini https://rumahmediagrup.com/2019/11/13/keluar-kebun-berburu-buku-di-bazar-buku-terbesar-di-dunia-big-bad-wolf-yang-di-gelar-di-balikpapan/

Berangkat dan pulang, paha saya menjadi alas tidur mereka selama di perjalanan. Ditambah lagi perut berisi cadebay (calon dedek bayi) enam bulan. Rasa kram, panas, sakit, kesemutan, bengkak menjadi satu. Menjalar dari pinggang, bokong hingga ujung jari kaki.

Saat itulah saya benar-benar menyadari apa gunanya Tuhan menciptakan paha besar. Begitu pula dengan ciptaan lainnya untuk kita. Tuhan itu sungguh sangat tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Ada banyak keluh, protes itu semata karena kita sendiri tak tahu apa guna dan hikmahya. Setelah tahu, bisa jadi kita akan ber-ooo panjang seperti saya sekarang.

Memiliki paha besar adalah anugerah yang Tuhan titip untuk membuat rasa nyaman pada anak-anak saya. Meski kesadaran itu datangnya terlambat alangkah baiknya sekarang mensyukuri hal lainnya lebih dulu.

Baik di mata kita belum tentu baik menurut-Nya. Buruk di mata kita belum tentu buruk menurut-Nya.

Lalu sudahkah kita bersyukur?

rumahmediagroup/walidahariyani

5 comments

  1. Saya juga masih terus belajar mencintai diri apa adanya, pipi chubbi, tulang besar, mata belok hihi, yang penting sehat, disyukuri.
    Nice share, mbaak 😊

Comments are closed.