Tuhan, Maaf, Jangan Marah

Tuhan, Maaf, Jangan Marah

Terlalu banyak waktu yang kita habiskan untuk kegiatan unfaedah hingga lupa ibadah. Kita terlalu sibuk perihal dunia ketimbang akhirat. Sering berbuat salah tapi tak pernah berbenah. Kita lebih suka nonton drama korea daripada ceramah agama, kita lebih betah duduk di depan TV daripada baca kitap suci, kita lebih memilih liburan daripada datang ke kajian, kita lebih suka nonton FTV daripada ngaji. Astaghfirullah

Tuhan, maaf, jangan marah karena kami masih menjadi manusia yang serakah, pengennya harta melimpah tapi tak pernah sedekah, pengen masuk surga tapi setiap hari berbuat dosa. Maaf, kami terpesona dengan keindahan dunia padahal ia hanya sementara. Maaf, kami belum mampu menjadi hamba-Mu yang taat bahkan sholat pun kadang tak sempat. Maaf, banyaknya pekerjaan membuat kami terus berfikir hingga lupa berdzikir. Maaf, kami masih menjadi hamba-Mu yang nakal hingga lupa menyiapkan bekal.

Hidup di dunia hanyalah sementara tapi kita terlena dengan keindahannya, hingga lupa surga dan neraka itu benar adanya.

Kawan, inilah kesempatan pertama dan terakhir kita, karena jika nanti sudah tiada, kita tak mungkin lagi bisa hidup di dunia untuk menebus dosa.

Jangan sampai di akhirat nanti kita penuh sesal lantaran semasa hidup tak pernah beramal. Allah menciptakan kita untuk mengapdi sebuah amanah yang harus dikerjakan bukan diabaikan.

Kerjakan yang Allah perintahkan, tinggalkan yang Allah larang. Allah nyuruh sholat ya sholat. Kenapa, mau bilang sibuk? Hei, emang kapan nggak sibuk? Cobalah meluangkan waktu untuk beribadah bukan beribadah di waktu luang, bukan libur ke pengajian tapi ke pengajian pada saat libur. Jangan sampai sibukmu menghantarkan amarah Tuhanmu.

Terus mau alasan apa lagi, malas, berat? Sini, sini, tak bisikan sesuatu, jika kamu loyal dalam bekerja lalu kenapa pelit pada Sang Pencipta? Sibukmu, pekerjaanmu, hartamu, keluargamu, sahabat dan teman-temanmu itu semua dari Allah ta’ala, tanpa seizin-Nya kau tak akan memiliki apa-apa.

Ayolah, kita hijrah menjadi hamba yang ta’at lan nurut apa dawuhe sing Kuoso. Ta’at tanpa tapi, hijrah tanpa nanti, karena mati itu sudah pasti. Malesnya dilawan kawan, jangan mau jadi temennya setan. Jadilah manusia yang menawan karena ketakwaan.

Mari kita persembahkan pengapdian yang terbaik, perbanyak teman shaleh agar kita mampu untuk saling mengingatkan.

Oleh: Rumahmediagrup/Vita