Ada Apa dengan Uang Dingin

Sebenarnya saya tak terpikirkan sebelumnya untuk selalu membuat tulisan yang mungkin saja tidak enak di baca, namun selalu berharap semoga menarik untuk di lirik dan disimak.

Belajar adalah kata kuncinya. Karena apapun kalau tidak dipaksakan tidak akan bisa kita lakukan, seolah kita tetap harus terus belajar tanpa ada kenal kata lelah.

Sebuah aktifitas ini menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Menuntut saya untuk lebih kreatif menyusun kata-kata menjadi jutaan makna terindah untuk sekedar diperhatikan.

Uang dingin, apalah itu. Sudah memberi sedikit ceria kepada hati yang tadinya sumpek atau bahkan hampir merasa putus asa.

Semisal kita mendapatkan rejeki yang tiba-tiba saja ada di depan dan dipersembahkan untuk kita.

Apa yang akan anda lakukan apabila mengalami hal tersebut? Ya, bersyukur sudah pasti. Bahkan sebagian yang terlalu senang mendapatkannya akan berjingkrak-jingkrak seolah hal itu adalah keajaiban karena diri.

Tetapi ingatlah segala sesuatu kita kembalikan kepada sang Maha Pencipta. Karena bisa jadi, kejadian tersebut adalah sentuhan mesra dari-Nya agar kita sentiasa tersenyum penuh syukur.

Kenapa sampai saya menyebutnya uang dingin? Bukan berarti uang itu keluar dari mesin pendingin atau kulkas/lemari es. Tetapi rejeki yang tanpa kita sadari sesungguhnya anugerah luar biasa dari Tuhan atas perbuatan dan keimanan kita kepada-Nya.

Ya dengan iman dan takwa bukan hanya uang dingin yang akan dipersembahkan-Nya, cinta dalam berbuat baikpun akan selalu di dekatkan kepada kita.

Tidak pernah terbersit sedikit saja untuk melukai siapapun. Dengan niat untuk memberi hikmat dan pelajaran penting dalam kehidupan.

Saya akan selalu mengharapkan cinta penuh makna yang sering Tuhan tebarkan kepada setiap hamba-nya, yang selalu berusaha dan berdo’a tiada mengenal kata berhenti berbuat baik.