Ujung Barat

Ujung Barat

Tidakkah kau puas? Berkelana mencari serpihan debu tak kasat mata 
Tanpa peduli menorehkan luka sayat pada hati yang merindu
Membisukan suara menulikan dengar membutakan mata lalu menyendiri
Dusta jika kau tak acuh, yang ada hanyalah angkuh walau sedihmu tak beralasan
 
Akal yang diagungkan berisi nilai ternyata hanya sebuah kamuflase mengutuk dendam
Diam lalu pergi tak kembali
Bersembunyi di antara tumpukan santapan anai-anai
Bertahan dikelilingi pengap dan aroma busuk
 
Suatu saat kau akan tahu!
Apa yang kau dapat tak sebanding dengan apa yang kau tinggalkan
Sengaja menjauh dan mengucilkan perilaku primitif atas kehendak sendiri
Aku akan terus menatap ke ujung barat, agar kau paham bahwa di sini masih ada tempat berbagi keramaian
 

rumahmediagrup/gitalaksmi