Ulang Tahun Dalam Pandangan Islam

Ulang Tahun Dalam Pandangan Islam

By Ummu Ali

Hari ulang tahun adalah hari dimana seseorang akan merayakan hari kelahiran dimana dia telah menyapa dunia. Seseorang akan melampiaskan dengan cara berkumpul bersama keluarga tercinta, pasangan yang terkasih dan orang-orang yang dianggapnya bisa menemani di hati spesialnya. Banyaknya hadiah yang silih berganti dan menyertakan undangan makan bersama juga dilakukan untuk bisa berkumpul bersama.

Hari ulang tahun identik dengan kue ulang tahun dan tiup lilin. Setiap perayaan ulang tahun pasti ada dua hal tersebut. Tidak jarang sebagai seorang muslim juga melakukan hal ini untuk menyambut hari ulang tahunnya. Tetapi bagaimana pandangan Islam?


Awal mula kue ulang tahun
Jika kita melihat sejarah sejak masa Romawi kuno sekitar abad 17 sudah mulai membuat kue ulang tahun yang berbentuk bulat.


Di masa itu hanya orang kaya saja yang menyediakan kue ulang tahun. Dengan berkembangnya revolusi industri, peralatan lebih canggih dan bahan sudah memadai kue ulang tahun merakyat sampai sekarang.

Tradisi tiup lilin
Tradisi tiup lilin ini dilakukan oleh bangsa Yunani kuno dalam mitologi Yunani dijelaskan bahwa tradisi ini dilakukan sebagai kerelaan seseorang untuk membayarkan semacam upeti kepada Dewi bulan yaitu Dewi Artemis.


Dimana tradisi itu merupakan bentuk pengharapan pengabulan atas doa kita melalui tiupan lilin yang ditaruh diatas kue. Bentuk kue harus bulat untuk melambangkan rembulan. Dan lilin yang diletakkan diatasnya menjadikan cahaya rembulan yang bisa merangi kehidupan.


Kemudian permohonan doa sebelum tiup lilin ini dilakukan oleh orang Yunani dan Jerman untuk ditujukan kepada Dewi Artemis. Asap lilin yang melayang ke udara tersebut dipercaya untuk bisa menghantarkan do’a seseorang kepada sang Dewi.


Tradisi ini dilakukan bukan hanya dalam perayaan ulang tahun tetapi setiap orang di masa Yunani kuno memiliki keinginan pula.


Oleh sebab itu, tradisi tiup lilin ini merupakan tradisi rutinitas keagamaan non muslim maka dalam Islam pun diatur sesuai sabda hadist Rasulullah Saw :


” Barang siapa yang menyerupai dengan suatu kaum, maka ia bagian dari kaum itu.” [HR. Abu Daawud]


Jadi, sudah jelas hadist di atas menjelaskan larangan bagi kaum muslim melakukan tradisi perayaan ulang tahun dan tiup lilin karena menyerupai atau hampir mirip dengan tradisi non muslim lakukan. Karena ini bersinggungan denga akidah dimana menjadikan tolok ukur seorang muslim dalam berkeyakinan.
Allahualam bishawab.

rumahmedigroup/novylestari

One comment

  1. Hampir semua muslim merayakan ulang tahun
    Dimasjid, di mushola bahkan di gedung-gedung pencakar langit di pelosok negeri selalu merayakan ULANG TAHUN kelahiran Kanjeng nabi Muhammad saw

Comments are closed.