UN Dihapus? Skripsi Sekalian Juga Boleh!

UN Dihapus? Skripsi Sekalian Juga Boleh!

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyebutkan dirinya mewacanakan menghapus Ujian Nasional ( UN) pada tahun 2021.

Ia menegaskan, kata yang lebih tepat bukanlah menghapus UN, melainkan mengganti UN dengan sistem penilaian baru.

“Beberapa hal agar tidak ada mispersepsi, UN itu tidak dihapuskan. Mohon maaf, kata dihapus itu hanya headline di media agar diklik, karena itu yang paling laku. Jadinya, UN itu diganti jadi asesmen kompetensi,” kata Nadiem dalam rapat bersama Komisi X DPR di DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
(https://nasional.kompas.com/read/2019/12/13/08224851/klarifikasi-nadiem-makarim-un-tidak-dihapus-hanya-diganti)

/Para Siswa Auto Senang UN Dihapus/

Ini adalah satu dari beberapa wacana Menteri Pendidikan yang cukup menyita perhatia publik. Lhah, gimana tidak membuat ter”wow” masyarakat Indonesia. Karena alasan yang disampaikan Pak Men minta untuk dibully. Setelah heboh selama satu bulan, Pak Men baru kasih klarifikasi sekarang. Padahal para siswa kadung auto senang lho jika UN benar-benar dihapus.

Bahkan ada meme para mahasiswa ikutan ngelunjak, bagaimana kalau skripsi juga dihapuskan saja, karena sangat membebani mahasiswa. Apalagi skripsi juga tidak diperlukan dalam dunia kerja. Nah Lho!

Pak Men mengungkapkan dua alasan untuk mengganti UN. Pertama, UN dinilai terlalu fokus pada kemampuan menghafal dan membebani siswa, orang tua, serta guru. Kedua, UN juga dinilai tidak menyentuh kemampuan pengembangan kognitif dan karakter siswa.

Memang sih, UN bukan penentu kelulusan terbaik. Tapi setidaknya kecerdasan akademik itu juga dibutuhkan dalam kancah berbangsa dan bernegara apalagi jika tatarannya internasional. Generasi saat ini adalah generasi yang 20 tahun lagi menjadi pemimpin-pemimpin negeri ini. Bisa kita bayangkan jika mereka tidak memiliki kecerdasan akademik mau menjadi petarung seperti apa? Jika 4 x 7 aja tidak tahu hasilnya.

Bisalah kalau memang UN tidak menjadi satu-satunya sarat kelulusan. Namun, dikolaborasikan dengan berbagai penilaian, sehingga tidak serta merta menggantikan UN dengan yang lainnya apalagi menghapusnya. Wallahu’alam.

Rumahmediagrup/endahsulis1234

2 comments

  1. Saya rasa untuk menyajikan opini ini butuh data yang lebih ekstensif dibandingkan hanya opini subjektif dan artikel saja.
    Soalnya saya gerak di bidang pendidikan dan concern dalam kurikulum pendidikan tinggi.
    Saat ini seluruh dunia bergerak pada basis kompetensi.. dan bisa kita lihat bagaimana UN selama ini berjalan. Kemampuan siswa yang hanya bertolak pada materi saja akan melemahkan mereka di dunia kerja nanti.
    Semoga bisa jadi masukan penulis untuk menyampaikan opini dengan data yg lebih mendukung agar opininya lebih valid 🙂
    Wallahualam. Semoga kita sama-sama belajar 🙂

Comments are closed.