Vape, Efeknya pada Kesehatan hingga Fatwa Haram

Vape, Efeknya pada Kesehatan hingga Fatwa Haram

Penggunaan rokok elektrik khususnya di tanah air semakin populer saat ini. Para penggunanya ramai-ramai mengklaim bahwa karena tidak menggunakan tembakau, rokok ini lebih sehat dibandingkan dengan rokok biasa.

Benarkah demikian?
Bagaimana sebenarnya pengaruh vape bagi kesehatan?
Lalu, apa latar belakang PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik?

Rokok elektrik atau dikenal dengan nama vape memiliki bentuk yang menyerupai rokok biasa. Walaupun demikian, cara pemakaiannya berbeda. Rokok biasa harus dibakar secara langsung untuk menghasilkan asap. Sedangkan pada vape, pemanasannya dilakukan untuk menguapkan cairan di dalam tangki alat, hingga menghasilkan asap.

Banyak yang menganggap bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa. Nyatanya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Meski tidak menghasilkan asap berbahaya seperti rokok biasa, bukan berarti rokok elektrik tidak memiliki efek samping.

Rokok elektrik memang mengandung lebih sedikit zat beracun daripada rokok biasa. Rokok biasa mengandung sekitar 7.000 lebih zat kimia, yang sebagian besarnya beracun. Namun, bukan berarti berbagai kandungan kimia yang ada di dalam rokok elektrik tidak menimbulkan bahaya untuk kesehatan. Sehingga, tidak benar jika rokok elektrik disebut lebih sehat dibandingkan dengan rokok biasa.

Itulah sebabnya Anda perlu berhati-hati jika ingin beralih ke rokok jenis ini sebagai cara untuk berhenti merokok. Dampak negatif rokok elektrik belum tentu lebih sedikit daripada rokok biasa. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari rokok elektrik yang perlu Anda ketahui :

1. Menyebabkan kecanduan
Sama seperti rokok biasa, rokok elektrik juga mengandung nikotin yang bisa membuat penggunanya kecanduan. Nikotin akan membuat pengguna vape memiliki keinginan berlebih untuk merokok. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur .

2. Meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit jantung
Tidak hanya membuat kecanduan, nikotin juga merupakan zat beracun yang bisa memicu keluarnya hormon adrenalin dan meningkatkan tekanan darah. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, sehingga risiko serangan jantung juga semakin meningkat.

3. Meningkatkan risiko penyakit dan kerusakan paru-paru
Tidak hanya dari nikotin, bahaya rokok elektrik juga akan muncul dari sisa-sisa zat berbahaya yang beterbangan di udara. Salah satu zat yang dilaporkan muncul sebagai sisa dari rokok elektrik adalah diacetyl, yang menghasilkan aroma lezat pada rokok elektrik.
Jika terhirup, zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, dan berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn). Bronchiolitis obliterans adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.
Selain itu, zat lain seperti benzene juga disebutkan muncul dari rokok elektronik. Benzene adalah zat beracun yang juga terdapat pada asap kendaraan dan logam berat.

4. Memicu gangguan pada otak
Rokok elektrik sangat populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Pada anak muda yang menggunakan rokok elektrik, dampaknya bahkan bisa terasa hingga ke otak.
Pada usia remaja, bagian otak yang berfungsi untuk mengatur pembuatan keputusan dan mengontrol impuls belum terbentuk sempurna. Hal ini membuat mereka akan lebih gegabah dalam mengambil risiko yang bisa membahayakan kesehatan, seperti mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang.
Anak muda yang terpapar nikotin berisiko lebih tinggi mengalami kecanduan, gangguan suasana hati dan gangguan belajar. Bila digunakan dalam jangka panjang, kandungan nikotin ini dapat mengganggu daya ingat dan konsentrasi,

5. Meningkatkan risiko kanker
Sebagian merk cairan untuk rokok elektrik mengandung formaldehida yang dipercaya dapat menyebabkan kanker. Selain itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipa

naskan. Hal ini membuat penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko munculnya kanker di tubuh, seperti kanker paru-paru.

6. Bisa meledak
Bahaya lainnya yang juga perlu diperhatikan, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa alat di dalam rokok elektrik dapat terbakar atau bahkan meledak bila beterainya terlalu panas. Sudah ada beberapa laporan mengenai rokok elektrik yang meledak saat digunakan, hingga mengakibatkan cedera serius. Hal ini disebabkan oleh kerusakan yang ada pada baterai rokok, atau penggunaan baterai yang kurang benar.

Sementara itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik atau vape. Hal itu tertuang dalam fatwa majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PER/L1/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette (rokok elektrik).

Anggota Divisi Fatwa dan Pengembangan Tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid, mengatakan fatwa ini meneguhkan kembali posisi Muhammadiyah terhadap rokok.

“Merokok elektronik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, karena termasuk kategori perbuatan mengonsumsi kahaba’is (merusak atau membahayakan),” kata Wawan dalam acara forum Silaturahmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, 24 Januari 2020.

Mengisap vape dipandang sebagai kegiatan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan secara cepat atau lambat. Uap dari vape juga dinilai ikut membahayakan orang lain yang terpapar.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga merekomendasikan kepada pemerintah pusat atau daerah untuk membuat kebijakan yang melarang total rokok elektrik dan tembakau. Termasuk penjualan secara daring, distribusi, iklan, promosi dan sponsorship.

Efek samping rokok elektrik sejauh ini masih belum diketahui secara pasti, karena belum ada penelitian jangka panjang yang mempelajarinya. Bagaimanapun, tidak merokok sama sekali tentu lebih baik. Berhentilah merokok, untuk kebaikan diri sendiri dan orang-orang yang Anda sayangi ❤

Daftar Pustaka :
• Anonim. 2019. Tetap Berbahaya, Ini Dampak Rokok Elektrik untuk Kesehatan. https://lifestyle.kompas.com/read/2019/08/05/181800820/tetap-berbahaya-ini-dampak-rokok-elektrik-untuk-kesehatan?page=all. Diakses 30 November 2019 pukul 22:25 WIB
• Anonim. 2019, Waspadai Efek Samping Rokok Elektrik. https://www.alodokter.com/tidak-sepenuhnya-aman-waspada-efek-samping-rokok-elektrik. Diakses 30 November pukul 22:31 WIB
• Kusuma, Wijaya. 2020. PP Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape. https://yogyakarta.kompas.com/read/2020/01/24/15140391/pp-muhammadiyah-keluarkan-fatwa-haram-vape. Diakses 26 Januari 2020 pukul 18:33 WIB
• Wicaksono, Pribadi. 2020. Fatwa Haram Vape, Muhammadiyah: Teguhkan Posisi Kami Soal Rokok. https://nasional.tempo.co/read/1299225/fatwa-haram-vape-muhammadiyah-teguhkan-posisi-kami-soal-rokok. Diakses 26 Januari 2020 pukul 18:37 WIB

rumahmediagrup/arsdiani