Waktu Paling Baik untuk Berjemur

Waktu Paling Baik untuk Berjemur

Manakah waktu yang lebih baik untuk berjemur? Jam 8 pagi atau jam 10? Pada waktu kapankah kita bisa mendapatkan paparan sinar matahari yang terbaik?

Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, saya ingin memaparkan sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Di negara kita yang termasuk negara tropis di mana sinar matahari berlimpah, seharusnya tidak ada penduduk yang kekurangan vitamin D. Namun ketika dicek ternyata banyak sekali masyarakat Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin D pada tubuhnya.

Vitamin D merupakan salah satu vitamin larut lemak. Vitamin ini sangat dibutuhkan untuk kesehatan, terutama kesehatan tulang, otot, dan gigi. Vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang, meningkatkan pertumbuhan sel tulang, dan meringankan peradangan ketika terjadi infeksi dalam tubuh.

Cara mendapatkan vitamin D sangat mudah. Salah satunya hanya perlu terkena sinar matahari langsung secara cukup, maka tubuh akan memproduksi vitamin D pada kulit. Paparan sinar matahari yang cukup, dianggap sangat penting untuk keberhasilan tubuh menghasilkan vitamin D.

Faktor penyebab kekurangan vitamin D adaah karena orang-orang saat ini takut kulitnya menjadi hitam jika terkena sinar matahari. Padahal, sengaja menghindari sinar matahari bisa membuat tubuh menjadi kekurangan vitamin D. Dampaknya pun sangat banyak, mulai dari cepat lelah, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan autoimun (kondisi ketika kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri).

Baca mengenai penyakit autoimun di sini : Autoimun Penyakit Artis

Ketika kulit kita terpapar sinar matahari, tubuh akan secara otomatis memproduksi vitamin D. Sinar ultraviolet B (UVB) yang terkandung dalam sinar matahari akan membentuk vitamin D3 (cholecalciferol) dalam jumlah besar. Kemudian, vitamin D hasil dari produksi itu akan langsung disalurkan ke hati dan ginjal.

Sebenarnya, tidak butuh waktu lama untuk terkena sinar matahari. Cukup 15 menit sampai 30 menit saja. Dengan sebentar saja berjemur dan terkena sinar matahari, sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D dalam sehari.

Selama ini banyak orang yang salah paham akan waktu terbaik berjemur sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Kebanyakan dari kita berpendapat, waktu yang tepat adalah pagi hari ketika matahari baru muncul atau di bawah jam 8 pagi. Namun, ternyata sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pukul 10 pagi sampai pukul 3 sore. Ini adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan manfaat matahari yang terbaik, dan mengurangi risiko bahaya paparan sinar matahari ultraviolet.

Menurut seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan di California, William B. Grant, sinar UVA berperan penting dalam meningkatkan risiko melanoma dibandingan dengan UVB. Melanoma adalah salah satu jenis kanker yang menyerang kulit. Ketika matahari berada di langit bagian bawah yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut, sinar matahari yang dipancarkan hanya UVA dan sedikit UVB. Waktu terjadinya kira-kira sekitar awal pagi hari atau sore menjelang malam hari. Oleh karena itu, sebaiknya hindari berjemur di awal pagi hari atau sore menjelang malam hari.

Lalu bagaimana cara mencukupi kebutuhan vitamin D saat cuaca mendung di musim hujan menghalangi sinar matahari? Tanpa paparan sinar matahari yang banyak saat cuaca sedang mendung, kebutuhan vitamin D bisa didapat dari beragam sumber makanan. Di antaranya adalah ikan, berbagai olahan susu, dan kuning telur.

Nah, setelah membaca informasi ini, yuk kita berjemur menikmati sinar matahari di waktu yang tepat.

rumahmediagrup/arsdiani

3 comments

  1. Wah, saya juga baru tahu nih, ternyata siang hari malah bagus yaa terpapar sinar matahari. Sangat bermanfaat artikelnya

Comments are closed.