Warisan (Cerpen)

Suatu hari di sebuah kantor polisi. Hani menangis sesunggukan, tak disangka kedua kakak iparnya menuduh bahwa kematian suaminya dua bulan yang lalu telah direncanakan. Tuduhan yang sangat keji dan tak beralasan.

“Pasti kamu telah meracuninya, adikku tak pernah punya riwayat penyakit yang mematikan. Kamu ingin menguasai harta keluarga kami!” tuduh Rina sambil melotot dan menunjuk ke arah Hani.

“Bagaimana aku tega kak, aku sangat mencintai mas Rino,” jelas Hani.

Rino dan Hani bertemu saat Rino bertugas di pelosok sebagai dokter magang di sebuah Puskesmas. Hani gadis desa yang cantik dan lugu. Latar belakang keluarganya juga tak diketahui dengan pasti. Namun Rino telah jatuh hati padanya. Menurut info yang didapatkan dari warga desa, Hani sebatang kara tak seorangpun tahu darimana ia berasal.

Cinta memang tak memandang status maupun pendidikan. Rino telah jatuh hati pada gadis desa itu. Maka diboyonglah gadis pujaannya tersebut ke kota untuk dijadikan istri.

Pihak keluarga Rino akhirnya menyetujui dengan keputusannya, walaupun dengan berat hati. Rino mempersunting gadis desa tanpa tahu sebenarnya asal usul dan latar belakang gadis itu. Yang ia tahu bahwa, ia sangat mencintainya.

Penyidik polisi akhirnya memutuskan untuk menginterogasi Hani, namun rupanya tak ditemukan motif yang mengarah ke penyebab kematian suaminya. Hani tersenyum lega dan penuh arti saat polisi memutuskan bahwa ia tak bersalah dan diperbolehkan pulang.

Polisi juga memutuskan bahwa kedua kakak Rino, Rina dan Rena perlu dimintai keterangan sebagai saksi. Ternyata Rina kakak pertama Rino, pernah berseteru karena masalah kebun sawit yang diakui sebagai hartanya. Demikian juga dengan kakak keduanya Rena, kali ini masalah utang piutang.

Tak mau menjadi tersangka kasus kematian adiknya, jadilah keduanya menyewa seorang pengacara. Keduanya menceritakan secara detail masalah yang tengah menimpa keluarganya tersebut. Kedua kakak Rini tetap mencurigai iparnya sebagai penyebab kematian adiknya.

Pengacara kakak Rino bekerja dengan keras untuk mencari tahu siapa sebenarnya Hani. Sampai suatu ketika didapatkannya email dari salah satu kolega sang pengacara bahwa Hani adalah seorang mantan TKI yang bekerja di Malaysia.

Saat bekerja di Malaysia Hani ternyata pernah terlibat masalah dengan majikannya. Majikannya dikemukan telah meninggal dunia di kamar mandi. Begitupun dengan harta majikannya raib bersama perginya Hani. Pemberian obat dengan dosis mematikan menjadi sangkaan perkaranya. Namun ia berhasil lolos dan melarikan diri.

Tamat.

Gambar ilustrasi: Koleksi pribadi

rumahmediagrup/ She’scafajar