You Are What You Think

You Are What You Think

Endah Sulistiowati
Dir. Muslimah Voice

Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dan juga Allah mencipta manusia dengan potensi yang sama. Allah memberikan tiap-tiap manusia itu akal, naluri, serta kebutuhan jasmaniah. Sejak balita kita diajarkan bahwa akal-lah yang bisa membedakan manusia dengan makhluk Allah yang lainnya. Bukan otak, bukan pula hati, karena Allah juga memberikan organ tersebut pada setiap hewan.

Sehingga secara umum, makna kata ‘aqal dalam konteks potensi yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah potensi yang mendorong pada lahirnya budi pekerti luhur atau menghalangi seseorang melakukan keburukan. Makna ini, menurut pakar Mesir kenamaan, Abbas Mahmud al-Aqqad, sejalan dengan kata mind dalam bahasa-bahasa Indo-Germania yang juga mengandung arti “keterhindaran dan kehati-hatian” serta digunakan untuk mengingatkan seseorang agar berhati-hati. Memang, akal berfungsi mendorong ke arah kebaikan dan menghalangi atau mengingatkan seseorang menyangkut dampak keburukan agar berhati-hati sehingga tidak terjerumus dalam bahaya atau sesuatu yang tidak diinginkan.

Terulangnya kata “akal” dan aneka bentuknya dalam jumlah yang sedemikian banyak mengisyaratkan pentingnya peranan akal. Bahkan kedudukan itu diperkuat oleh ketetapan al-Qur’an tentang pencabutan/pembatasan wewenang mengelola dan membelanjakan harta-walau milik seseorang bagi yang tidak memiliki akal/pengetahuan (Q.S. An-Nisa ayat 5). Bahkan pengabaian akal berpotensi mengantar seseorang tersiksa di dalam neraka (Q.S. Al-Mulk ayat 11).

Melalui akal, lahir kemampuan menjangkau pemahaman sesuatu yang pada gilirannya mengantar pada dorongan berakhlak luhur. Akal juga digunakan untuk memperhatikan dan menganalisis sesuatu guna mengetahui rahasia-rahasia yang terpendam untuk memperoleh kesimpulan ilmiah dan hikmah yang dapat ditarik dari analisis tersebut. Kerja akal di sini membuahkan ilmu pengetahuan sekaligus perolehan hikmah yang mengantar pemiliknya mengetahui dan mengamalkan apa yang diketahuinya.

Allah menjelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 165: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-Nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) sungguh terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berakal.”

Tidak kurang dari 31 ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang akal manusia. Dan akal ini pula yang bisa membawa kemuliaan atau kehinaan pada manusia. Tergantung bagaimana manusia ini menggunakan akalnya. Sehingga manusia pun mampu memilih, apakah mau mereka mau menjadi bahan lucu-lucuan, ditertawakan, ataukah manusia mau bijak dalam berbuat. Wallahu’alam.

Rumahmediagrup/endahsulis1234