Anak Susah Makan? Terapkan Feeding Rules!

Anak Susah Makan? Terapkan Feeding Rules!

“Dok, minta vitamin ya buat anak saya. Makannya susah banget, cuma mau sedikit-sedikit makan nasinya. Jajan aja terus maunya,” keluh seorang ibu saat mengantarkan anaknya untuk diperiksa di ruang dokter.

Salah satu keluhan yang sering disampaikan orang tua pasien kepada dokter adalah masalah susah makan pada anaknya. Orang tua masih beranggapan bahwa solusi sulit makan adalah pemberian vitamin/suplemen sehingga mereka seringkali meminta dokter meresepkan vitamin penambah nafsu makan.

Biasanya, karena panik dan bingung, orangtua menjadi lebih permisif pada anak. Misalnya, membiarkan anak hanya makan biskuit favoritnya, hanya memberi susu sebagai pengganti makanan atau mengijinkan anak mengkonsumsi junkfood kesukaannya terus menerus. Ada pula orang tua yang sibuk mencari vitamin penambah nafsu makan, mengajak anaknya berkeliling kompleks saat waktu makan sampai mengajak anak makan sambil bermain. Benarkah ini?

Penyebab sulit makan sangat bervariasi antara lain penyakit/kelainan organik yang mendasari, interaksi biologis dan faktor lingkungan terutama keluarga. Menurut penelitian IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), penyebab tersering susah makan maupun GTM (gerakan tutup mulut) pada anak adalah inappropiate feeding practice, perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia.

Apa sih yang seharusnya dilakukan orang tua untuk mencegah anaknya mogok makan? Jawabannya adalah dengan melatih perilaku makan yang benar (feeding rules) pada anak. Bagaimana caranya?

BIASAKAN :
– Jadwal makanan utama dan makanan selingan yang teratur. Tiga kali makanan utama dan dua kali makanan kecil di antaranya.
– Susu dapat diberikan dua sampai tiga kali sehari (maksimal 500 ml/hari).
– Batasi waktu makan, tidak boleh lebih dari 30 menit.
– Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan (tidak ada paksaan untuk makan)
– Makan bersama keluarga di meja makan.
– Jika tidak memungkinkan untuk makan bersama, sebaiknya tetap latih anak makan di meja makan.
– Dorong anak untuk makan sendiri.
– Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan (mengatupkan mulut, memalingkan kepala, menangis), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan akhiri proses makan.
– Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.
– Hanya boleh membersihkan mulut anak jika makan sudah selesai

HINDARI :
– Memaksa anak makan, apalagi sampai memarahinya.
– Membiasakan anak makan sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain, menonton televisi, berjalan-jalan atau naik sepeda.
– Memberikan cemilan maupun minuman lain selain air putih di antara waktu makan.
– Menjadikan makanan sebagai hadiah.

Sebagian besar orang tua/pengasuh cenderung membujuk dan menenangkan anak dengan berbagai macam cara supaya anak mau makan, hal ini justru mengganggu konsentrasi makan anak. Bila anak tidak mau makan orang tua seringkali menggantinya dengan susu formula maupun cemilan yang berlebihan. Cara ini mengakibatkan anak selalu kenyang dan semakin sulit mengenal perilaku makan yang benar.

Dengan menerapkan feeding rules diharapkan masalah sulit makan pada anak dapat teratasi sehingga tumbuh kembang menjadi lebih optimal. Namun, apabila anak tetap sulit makan, maka disarankan untuk berkonsultasi langsung kepada ahli gizi atau dokter spesialis anak terdekat.

Daftar Pustaka
1.Galuh, Maria. 2016. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak. Diakses 8 November 2019 pukul 16:53
2. Hanindita, Meta Herdiana. 2015. Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada Batita. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/gerakan-tutup-mulut-gtm-pada-batita. Diakses 8 November 2019 pukul 17:04

rumahmediagrup/arsdiani

8 comments

  1. Alhamdulillah aku sdh melakukan hampir semua dan secara konsisten. Hanya saja yg menetapkan 30 menit itu yg masih susah. Sebentar lagi deh. Sebentar lagi deh. Eh jadi emosi🙈🙈

      1. Alhamdulillah tyaga dari 6 th sudah lulus semua makanan tanpa pilih2. Tinggal jehan nih 5,2 th masih berjuang spy bs lulus kyk mas nya juga.

        Apa krn jehan anak cwe ya?lbh menguji peraturan baku ortunya pake jurus rayuannya

  2. Kalau saya, stop menyetok cemilan di rumah. Kemudian, makan dengan ekspresi menikmati di depan anak.
    Alhamdulillah selama ini selalu berhasil membuat mereka makan berat pada waktunya.

    1. Nah cara ini jg aku pakai mba.tapi bukan stop.melainkan aturan “boleh mkn cemilan/mnum susu setelah makan utama.tantrum dong pastinya.aku pernah temani smp 1 jam.demi berusaha konsisten.akhirnya jehan usia 2,5 th kala itu menerima aturan makan dulu baru minum susu

        1. Iya mbak Fifi..pasti tantangan dan tingkat stresnya beda banget ya.aku yang cuma 2 pun benar2 harus berjuang sabar.

Comments are closed.