Jangan Mengejar Penilaian Manusia

Jangan Mengejar Penilaian Manusia

Sudah menjadi tabiat manusia kadang ingin terlihat, ingin pamer, ingin dikenal banyak orang. Hingga banyak yang dilakukan hanya demi disenangi sesama.

Kalau sudah seperti itu, penilaian Allah tak lagi utama. Ia akan melakukan banyak cara agar semua orang suka. Ia akan berpura-pura di hadapan manusia. Ia akan terus-menerus melakukan pencitraan hingga mereka mengenalmu ” ini orang baik. “

Astagfirullah, semoga kita bukan termasuk orang yang seperti itu. Tidak perlu mencari popularitas, jika kita mampu menyembunyikan kebaikan maka lakukanlah. Arti pujian dan penghormatan manusia tak ada manfaatnya jika ternyata Allah murka dengan kita. Jangan sampai manusia memuliakan tapi Allah menghinakan.

Sahabatku, mari kita luruskan niat. Berbuat baik bukan karena ingin dilihat melainkan hanya mengharapkan ridha Sang pemberi rahmat.

Ilmu ikhlasnya terus dilatih agar hati tak lagi sedih jika kebaikanmu ternyata diabaikan. Tetaplah menjadi orang baik, tak perlu mencari penilaian manusia. Apalah artinya dielu-elukan, dihormati jika ternyata di hadapan Allah kita tak bernilai sama sekali.

Di tengah hidup yang sedemikian rusak, salah satu cara untuk menyelamatkan diri adalah dengan menahan diri, menahan untuk tidak pamer, menahan untuk ingin terlihat atau dikenal, menahan untuk dianggap orang baik. Semoga dengan ikhtiar itu, ketulusan hati kita tetap terjaga.

Ilmu ikhlas memang sulit tapi bukan tidak mungkin. Kita bisa karena terbiasa. Ya, terbiasa menjadi orang yang baik tanpa mengharap pujian dari orang lain.

Semoga Allah memberi kita hati yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidup. Karena Allahlah semua kebaikan yang kita kerjakan. Akhirat lebih utama dari dunia. Penilaian Allah adalah segalanya ketimbang penilaian sesama. Tak mengapa bila di dunia menderita asal di akhirat bahagia. Ridha-Mu adalah bahagiaku, rahmat-Mu Adalah semangatku untuk terus menebar manfaat bagi sebanyak mungkin umat.

Oleh: Rumahmediagrup/Vita