JUM

Jum

Rasanya kantukpun tak rela untuk dilayani. Sesekali kepala terantuk pinggiran barisan bambu kecil penyangga lampu. Kumpulan cabe ,bawang ,tomat harus selesai terbungkus sebelum Kokok si jantan menghampiri. Jum … begitu kerasnya hidup kau jalani.

Terus berusaha memicingkan mata adalah upaya terbesarmu. Demi rupiah halal penopang hidupmu dan hidup keluargamu. Dinginnya malam tak dirasa lagi. Terbungkus oleh gerak tangan memburu waktu. Jum … akankah esok ada harapan lain.

Keruyuk perutmu, kalah ditimpa suara keresek plastik pembungkus sayuran. Merahnya tomat, mengalahkan merahnya darah juangmu. Terus bertahan adalah pilihanmu. Jum … saat ini tidur mungkin harta berharga mu.

Jum, hidup tidak mudah diraih menurutmu. Sadarkah sebenarnya setiap detik dari upayamu adalah bekal terbaik. Bekal keikhlasan tanpa syarat.

Jum, setiap lapar yang kau tahan adalah permatamu. Lincah gerak tanganmu. Pemandumu meniti kehidupan.

Jum, waktu yang berlalu tak pernah akan kembali. Bersabarlah pada setiap ujiannya. Hadiahmu telah menanti.

Jum … mimpikan emas permata. Hakmu ada untuk itu. Tak peduli berapa lama lagi. Mengisi malam dengan membungkus sayuran. Emasmu ada di sana, dalam kekuatan hati dan ragamu, Jum ….