Komunikasi Efektif dalam Wawancara

Sumber Gambar : http;//www.femina.co.id/

Komunikasi Efektif dalam Wawancara

Persoalan terkait wawancara adalah komunikasi yang efektif. Tidak semua peneliti kualitatif yakin bahwa dirinya mampu dengan jelas mengkomunikasikan pada informan apa-apa yang ia ingin ketahui. Perhatian khusus saat wawancara biasanya terfokus pada pertanyaan. Jarang peneliti yang memberikan perhatian khusus pada persoalan komunikasi.

Bahasa yang digunakan peneliti harus mudah dipahami informan. Idealnya wawancara menggunakan bahasa yang dikuasai informan. Bukan bahasa pewawancara. Sehingga dibutuhkan usaha peneliti untuk menguasai bahasa informan dengan efektif.

Keseriusan menguasai bahasa informan akan memberikan dampak kemudahan bagi peneliti untuk mengintepretasikan jawaban informan dengan tepat. Informan juga akan dengan mudah memahami pertanyaan peneliti. Namun, ini bukan berarti bahwa kita telah menggunakan bahasa yang sama. bukan hanya soal kesamaan bahasa. Tetapi juga memahami arti bahasa yang digunakan. Karena meskipun bahasa yang digunakan sama, bukan berati tidak dijumpai perbedaan istilah, perbedaan makna dan bahkan beda level bahasa.

Begitu juga pertanyaan-pertanyaan untuk informan. Dibuat dengan bahasa yang sederhana. Kata-kata dan berbagai gagasan disederhanakan menjadi paling mudah untuk semua informan. Meskipun sering terjadi masalah-masalah berat yang tidak mudah untuk dicara padanan kata sederhananya. Informan yang memiliki level berpikir yang sama dengan peneliti, mungkin akan lebih mudah untuk menjawab. Tapi sebaliknya, informan yang tidak sama level berpikirnya, peneliti akan kesulitan untuk mengintepretasikan jawabannya.

Begitu juga peneliti menggunakan bahasa khusus atau simbol-simbol tertentu atau istolah khusus yang sudah biasa digunakan oleh masyarakat informan. Demikian, peneliti seyogyanya mempelajari idiom-idiom baik yang muncul saat wawancara atau muncul saat di transkip. Biar tidak salah dalam memaknai. Sangat penting jika peneliti memahami berbagai istilah, simbol, idiom atau hal penting dalam bahasa informan. Bukan hanya bahasa populer, namun juga bahasa yang biasa digunakan oleh komunitas lainnya.

Peneliti juga harus bersabar jika menemui beberapa kode bahasa yang mungkin tidak mudah untuk diketahui dengan cepat. Hal ini juga termasuk beberapa frase. Jika peneliti tidak memahami, tidak tahu akan bahasa khusus tersebut, maka beberapa hal penting akan hilang selama wawancara. Dan pemaknaannya tidak utuh.

Masalah lain terkait dengan komunikasi efektif, bukan hanya pada penggunaan bahasa. Namun juga pada kata-kata yang digunakan dalam pertanyaan yang diajukan. Kalimat pertanyaan disampaikan dalam makna yang ambigu. Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dengan jawaban yang memuncul emosi si informan. Meskipun pertanyaan tersebut tidak dimaksudkan sebagai sebuah hal yang negatif. Atau bahkan pertanyaan yang menghakimi dan menggurui. Takutnya informan akan merespon juga jawaban negatif, maka tidak akan muncul jawaban yang semestinya.

Topik-topik pertanyaan juga akan mempengaruhi cara komunikasi peneliti dengan informan. Pertanyaan yang mempengaruhi jawaban informan. Harusnya pertanyaannya dibuat dengan netral. Menetralkan pertanyaan akan mendorog informan untuk merespon dengan jawaban yang lengkap. Tidak memihak pada siapapun.

Pertanyaan yang sering disusun adalah pertanyaan ganda. Dalam pertanyaan ini, informan akan menjawab dua masalah sekaligus dalam satu pertanyaan. Solusi untuk menghilangkan pertanyaan ganda ini adalah dengan memisahkan dengan pertanyaan lain yang terpisah. Karena tidak dimungkinkan untuk menganalisis jawaban atas pertanyaan yang sama, dengan jawaban yang berbeda. Hal ini akan menyulitkan peneliti dalam proses analisis.

Interaksi saat wawancara bukan hanya komunikasi verbal dua arah. Namun, ketika yang satu mendengar, satunya berbicara. Untuk mengantisipasi agar informan mampu bersabar dengan banyaknya pertanyaan, maka peneliti sebagai pewawancara harus memberikan pertanyaan yang pendek, sederhana, tidak kompleks jawabannya nanti. Sehingga jawaban yang diberikan informan tidak membingungkan, mudah dalam analisisnya nanti.

Semoga bermanfaat.

rumahmediagrup/Anita Kristina