Kue Soes

::Soes::

Selamat sore Bucans…

Bucans alias Bunda cantiks, tahu kan kue Soes?
Sus biasa kita menyebutnya.

Kue sus (bahasa Belanda: soes) adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi fla (vla), custard, atau daging. Kue sus dengan isi vla atau custard disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau custard yang berbahan baku susu mudah menjadi basi.

Kue sus dalam bahasa Prancis disebut choux à la crème. Bentuk kue yang bundar seperti kubis menjadikan kue ini disebut choux (bahasa Prancis untuk kol).

Ternyata penganan manis ini berasal dari akulturasi kebudayaan dua negara di Eropa sana. Kue ini sekarang sangat variatif, dan saya suka semua varian sus, mau yang original, coklat atau lainnya.

Yuk kita baca sedikit cerita tentang kue kesukaan saya ini. Saya rangkum dari berbagai sumber.

Kudapan manis ini pasti sudah familiar di tengah masyarakat kita. Rasa manisnya yang menggoda, serta tekstur kulit yang lembut, membuat kudapan ini sangat digemari.

Kue sus pertama kali ditemukan pada 1533 silam. Pada saat itu, seorang putri cantik asal Italia, Catherine de’Medici, memutuskan untuk meninggalkan kota kelahirannya untuk menikah dengan Raja Henry II asal Prancis.

Catherine memboyong seluruh anggota istananya termasuk para koki untuk tinggal di Prancis. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1540, kepala juru masak bernama Panterelli berhasil menciptakan adonan pasta yang juga ia gunakan untuk membuat kue.

Awalnya, adonan tersebut ia namakan pate a panterelli. Namun nama tersebut tidak bertahan lama, hingga akhirnya disebut pate a choux.

Seiring berjalannya waktu, seorang juru masak asal Prancis, Marie-Antoine Carema, berinisiatif untuk menyempurnakan resep tersebut. Resep milik Marie kini banyak diadopsi oleh toko-toko pastry ternama di seluruh dunia.

Berbeda dengan adonan kue bolu dan cake, adonan kue sus bukan didapat dari mengocok telur atau mentega dengan gula. Adonan kue sus (pâte à choux) dibuat dari menambahkan tepung terigu ke dalam campuran air yang dimasak bersama margarin atau mentega hingga mendidih. Telur ayam ditambahkan satu per satu di dalam adonan sambil diaduk hingga adonan tidak lengket di panci. Adonan kue sus tidak menggunakan bahan pengembang seperti soda kue atau baking powder. Alat pengocok kue (mixer) hanya digunakan agar kue mengembang lebih bagus sewaktu dipanggang.

Oven yang digunakan untuk memanggang kue sus harus panas sekali (220 derajat Celsius). Panas oven mengubah kadar air yang tinggi di dalam adonan menjadi uap. Telur di dalam adonan membentuk kerangka kue yang tipis, sedangkan uap yang terperangkap di dalam adonan membuat rongga di bagian dalam kue. Adonan yang hampir serupa dengan kue sus digunakan untuk membuat kue-kue sejenis, misalnya: croquembouche, eclair, beignet, dan gougère.

Beberapa modifikasi kue sus juga terus berkembang, sehingga bentuk kue sus tidak lagi bulat, ada juga kue sus yang sudah dibentuk menjadi bentuk Angsa. Ada sus kering juga ada sus basah, tergantung cara penyajiannya.

Nah, sangat menggugah selera bukan? Apalagi jika kita bisa membuatnya bersama anak-anak di rumah.

Selamat mencoba!

*dari berbagai sumber

rumahmediagroup/afafaulia18

2 comments

Comments are closed.