Menjaga Rezeki

Menjaga Rezeki

Allah SWT sudah menjamin rezeki bagi semua makhluk ciptaan-Nya tak terkecuali manusia. Jauh sebelum diciptakan dan dilahirkan ke dunia, Dia telah membuat suratan takdir berupa 3 perkara yaitu rezeki, jodoh, dan maut.

Semua sudah dibuatkan skenarionya. Takkan ada yang salah dituliskan maupun tertukar. Semua sudah memiliki garis takdirnya masing-masing yang pastinya akan berbeda.

Seperti masalah rezeki. Kita dianjurkan untuk banyak berikhtiar dan bertawakal. Jangan hanya diam berpangku tangan menunggu rezeki datang. Sebab yang datang dari usaha kita, lewat tetesan peluh, maka akan lebih bernilai pahala dan insya Allah dipenuhi keberkahan.

Meski rezeki sudah dijamin-Nya takkan salah, tetap saja ada hal-hal yang harus kita upayakan agar rezeki yang diberi-Nya memang bernilai pahala dan dipenuhi keberkahan. Apakah upaya itu? Tentu saja dengan menjaga kehalalan dan keberkahannya.

Menjaga kehalalan dan keberkahan rezeki di sini maksudnya ialah ketika kita mengupayakannya maka jemputlah dengan cara-cara yang hasan atau baik. Jemputlah dengan hati yang bersih. Jangan mengotorinya dengan sikut kanan sikut kiri, tendang kanan tendang kiri, apalagi sampai menghalalkan berbagai cara. Tetaplah bersikap sportif dan jujur.

Saat menjemput rezeki, selalu ingat bahwa ada hak orang lain juga di dalamnya. Maka perbanyak pula bersedekah, infak, dan melaksanakan zakat. Tujuannya agar pintu-pintu rezeki terus terbuka dan mengalirkan isinya, memperingan langkah, menenangkan hati, dan juga saat di yaumul akhir, kita tidak lagi terkena hisab.

Jagalah rezeki kita dengan baik, sesuai dengan ketentuan syariat. Jangan sampai kita mendapatkannya dengan usaha yang buruk. Pikirkanlah bahwa akan ada anak dan istri yang akan memakan hasil yang diperoleh dari bekerja. Bila rezeki didapatkan dengan cara yang hasan, maka insya Allah akan menjadikan anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salihah. Istri akan semakin salihah, rumah tangga pun akan terasa layaknya “baiti jannati” atau rumahku surgaku.

Semua yang baik akan berpulang baik kembali kepada kita. Begitu pun sebaliknya. Ingat dan yakini selalu bahwa takkan ada satu hal pun yang akan luput dari pengawasan-Nya. Jadikan selalu rasa malu untuk berbuat nista dan zalim, sebab Dia mengawasi kita setiap saat tanpa pernah luput barang satu detik saja.

Mari menjemput rezeki, mari menjaga rezeki. Jauhkan dari hal-hal haram, jauhkan dari hal-hal yang bisa menzalimi orang lain. Raihlah dengan cara yang diinginkan-Nya.

Wallahu alam bishowab.

***

rumahmediagrup/rheailhamnurjanah