Senyuman Oktober

Karya: Nurilatih

Senyummu masih berkelebat
Membayangi langkahku
Membuat getar hati rekah kembali
Ketulusan tergambar menyeret anganku pada sebuah jendela rapuh
Di balik sana menghampar padi menghijau

Pada catatan-catatanku namamu selalu terukir hingga cinta terakhir penuh coret-moret
Masih menjadi penyejuk lorong-lorong panas tak terkendali

Lewat jendela rapuh ini
Merebak harum bunga kuhantarkan
Tertinggalkan kesan sejuk jiwa

Dirimu yang jauh di sana hanya bisa kurengkuh dengan pandangan yang tak tersentuh

Masih tergambar jelas lembaran bertuliskan pesan manis agar aku sabar menunggumu

Oktober dua puluh tujuh tahun yang lalu meskipun tanpa janji senyum dan sorot matamu menyampaikan bahwa kita terjerat benang rindu

Asparaga, 10022020

2 comments

Comments are closed.