Pakailah Nama Panggilan yang Baik

Pakailah Nama Panggilan yang Baik

Adikku paling senang memanggil seseorang sesuka hati dia. Contohnya panggilan untuk saudara-saudaranya sendiri, sedikit menyebalkan, buruk dan mungkin lucu bagi orang luar. 

Aku, kakak perempuan satu-satunya dipanggil Peter. Uft, nama cowok kan! Tapi bukan itu maksudnya. Nama itu plesetan dari Petruk. Tahu kenapa? Karena hidungku mancung seperti hidung Petruk, supaya keren terdengar, jadi Peter.

Ada lagi panggilan untuk kakaknya, yang otomatis kakakku juga, dipanggil Baygon. Nama ini hanya beredar dikalangan kami. Wah berabe kalau beliau tahu, karena julukan itu diberikan kepada kakak yang sering menasehati kami, tapi menyemprot dengan kata-kata yang terkadang menyakitkan. 

Seiring berjalannya waktu dan bertambah umur kami, panggilan itu berangsur meredup. Kami tidak ingin bila kebiasaan ini dicontoh oleh anak-anak. 

Ternyata menurut pandangan agama pun, cara memanggil seperti itu dapat mendatang kan kezaliman dan memecah belah ukhuwah antar umat manusia. 

Nama  merupakan pemberian orangtua yang pastinya memiliki makna yang baik. Bila nama tersebut disebut atau dipanggil pada si empunya, maka laksana doa yang terus dilantunkan sesuai makna yang terkandung.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. QS. Al Hujurat: 11

Pada satu hadis, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Sesungguhnya kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (Riwayat Abu Dawud)

Alangkah baiknya bila kita mau berubah dalam memberi nama  panggilan kepada orang lain dengan bahasa yang baik serta dengan adab yang sesuai tuntunan agama.

Wallahu A’lam Bishawab

Sumber : https://www.hijaz.id/55118/wawasan/akhlak/bolehkah-memanggil-orang-dengan-nama-julukan

rumahmediagrup/hadiyatitriono

5 comments

  1. Terimakasih sudah mengingatkan ya mba. Aku bener2 menahan mulutku untuk ga memanggil anakku dengan sebutan aneh2.

    1. Sama Mbak, saya pun sering memanggil anak-anak sesuai postur tubuh mereka, Ndut, Mbull. Cukup sulit memang untuk mengubah semua, tapi harus.

    1. Semoga yang melakukannya segera menyadari kesalahannya. Secara perlahan mungkin Mbak bisa meminta mereka utk memanggil dengan nama pemberian orang tua.

Comments are closed.