Puisi dalam Duha

Dalam dekap jiwa nan hampa
Basuhlah jiwa kian nestapa
Meratap merasuki jiwa
Kabut hitam merasuki raga
Takut tak ada asa

Jiwa dan raga tak mudah bersatu
Antara ikhlas nan ragu
Sujud kian lama menyatu
Dalam sunyi hening Duha ku

Adakah asa dan harap menyelimuti
Ketakutan kian menghantui
Masih adakah rezeki
Untuk hari ini dan nanti

Terseok-seok aku mencari
Dalam kotor dan caci maki
Jiwa nan terlanjur tersakiti
Kian menumpuk bak bukit tinggi

Maafkanlah bila aku
Tak sempurna mencintai-Mu
Dalam Duha kumeratap
hanyalah pada-Mu

Entah esok atau nanti
Hari kian berganti
Begitu juga dengan rezeki
Roda tak akan berhenti

Yakin pada ilahi Rabbi
Ia lah Sang pemberi
Tak akan membiarkan kami
Dalam lapar dan tersakiti

Berlama-lama lah dalam sujud
Allah Sang Maha pemberi

Jika rezeki itu haram, maka halalkanlah
Jika rezeki itu sedikit, banyakkanlah
Jika rezeki itu jauh, dekatkanlah
Jika rezeki itu di dalam, keluarkanlah

Sujud nan lama dalam Dhuha
Berharap ketenangan dalam jiwa
Allah yang mengatur segala
Berharap jiwa ikhlas menghadap

Foto diambil dari Galeri Pustaka, pinjam ya ka💐

rumahmediagrup/suratmisupriyadi

Pinjam lagi kakak, biar tak memenuhi galery pustaka.