Puisi Hijrah

Rona luka pada jiwa yang terkapar kejahiliahan, aku tak tau jika itu dosa. Hanya sepenggal jiwa yang mengajariku tahta hingga mewariskan duniawi semu belaka

Netraku belum mampu menembus cahaya Nya. Sementara dalam temaram aku harus segera beranjak menyusuri kelak kelok kehidupan, begitu samar dan sayup kuikuti langkahnya.

Hingga nurNya tiba -tiba menyapaku, melalui sebuah cinta yang tak pernah kuduga…

Kupertahankannya, memeluk selaksa asa, walaupun ku harus tertendang dari urat rahimnya dan pertalian darah.

Terkilan rasa yang tak nampak wujudnya, tapi aku pasrah atas tertatih menuju jalan Islam kaffah. Terlanjur kumenghamba pada keabadian cinta-Nya

Biarlah…

Takkan kulepaskan walau tajam tikam menyayat ajal menjelma, asal aku tak lagi mendustakan Sang Maha Pencipta

Kupeluk erat hidayah demi abadinya syurga…

Lelly Hapsari/RumahMedia