Ya Allah, Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, Aku Jatuh Cinta

Ketika beban hidup terasa berat, jiwa merasa jenuh seolah hidup sendiri, tak ada yang mampu mengerti, rasanya ingin sekali pergi sejauh mungkin, dan kematian mungkin yang terbaik. Ini lah yang dirasakan Afni pada saat itu, bahkan dia sempat berfikir untuk menjadi TKW.


Di dalam bus disaat perjalanan mencari informasi tentang agen TKW, entah mengapa di bus Allah palingkan pandangannya kepada akhwat berjilbab gedhe. Dia pun penasaran dan ingin membeli hijab, waktu SMA dia memiliki teman yang sudah memakai hijab gedhe. Dia datang kerumahnya, keluarganya pun menyambut dengan sangat baik. Dia menangis menceritakan semua beban hidupnya, lalu keluarga ini pun mengajak ia untuk datang ke talim.


MasyaAllah sambutan talim sangat hangat dan disitulah dia merasa jatuh cinta kepada Allah, jatuh cinta kepada as-sunnah-Nya. Semangatnya mulai tumbuh, hari-harinya penuh dengan penyesalan, tapi bukan penyesalan hidup melainkan penyesalan dosa.

Dia niatkan untuk belajar agama dari nol, memperbaiki tauhid, mengenal sunnah dan berusaha menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Alhamdulillah kini dia mengajar di sebuah SD Sunnah di Bekasi.


Hijrah butuh perjuangan, memang tidak mudah menjadi ABG (Akhwat Berjilbab Gedhe). Selalu kuatkan diri hanya bergantung pada Allah, jadikan hijrah ini sebagai perjalanan yang terindah dalam hidup untuk mendapat ridha-Nya menuju Jannah-Nya.


Kawan, kita harus mulai mengurangi cinta kepada dunia, kita kurangi pula cinta terhadap manusia, orang tua,saudara, suami, anak sesungguhnya mereka adalah ujian, jangan jadikan mereka alasan lalai kepada Allah.


Kita siapkan bekal untuk menuju kampung akhirat. Disanalah kampung kita yang abadi. Beranilah berhijrah, karena semua orang berhak menjadi shalih-shalihah tidak peduli seburuk apapun masalalunya.


Untukmu yang belum berhijab, dulu saya pun seperti itu. Buat apa sih cantik dimata manusia tapi tidak dimata Allah. Yakinlah, perintah berhijab adalah cara Allah untuk memuliakan Muslimah.
Kita terlihat cantik bukan karena gaya kita tapi karena maruah dan aurat yang dijaga. Apa yang membuat kita beda itulah yang membuat kita cantik.
Perempuan itu semuanya aurat dan tubuh yang seksi itu terbukti dari caranya berpakaian syari. Wajah yang cantik itu terlihat dari caranya tundukan pandangan. Tangan yang lembut itu terbukti dengan caranya tak semua disalami. Kaki yang indah itu terbukti dari caranya selalu berkaos kaki. Yang tersimpan itu justru amatlah indah. Kami bangga dengan hijab syari karena ia adalah pakaian muslimah berselera tinggi dan tidak semua orang bisa seperti kami.


Yakinlah dengan hijab syari, celaan dan hinaan manusia tak dapat menandingi kebahagiaan yang akan kita rasakan karena ridha Sang Illahi, saat kita memilih untuk taat, saat itulah Allah telah menyediakan kebahagiaan dan ketenangan dalam hati.
Ingatlah, tujuan kita adalah untuk mencari ridha-Nya Allah, menaati perintah Allah dengan hijab syari. Semoga ia mampu mengantarkan kita pada ampunan dan rahmat Tuhan.


Jika kita dulu adalah akhwat yang sering berbuat dosa, semoga keputusan untuk berhijrah mampu menghapus segala dosa-dosa. “..dan Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang (QS.Al-Ahzab:59)


Hilangkan keinginan untuk terlihat cantik dihadapan manusia, kesempurnaan dihadapan Allah lah yang utama. Karena saat kita mentaati perintah Allah, disitulah kita akan merasa bahagia dengan apa yang ada. Tidak perlu membawa diri dalam gemerlapnya dunia atau gemilaunya harta. Katakan tidak untuk keduanya apalagi jika harus lepas hijab karenanya.


Jilbaber bukan berarti kuper
Pakai gamis bukan berarti tak modis
Tidak mau salaman bukan berarti tidak sopan
Yang penting kami aman, nyaman dan tidak merugikan.
(komunitas Akhwat Berkrudung Gedhe)


Shalihah, di dunia ini masih langka perempuan yang buta, bisu, dan tuli. Ya,,, masih sedikit perempuan yang sengaja menutup mata dari gemerlapnya dunia, masih sedikit perempuan yang dengan sengaja menutup mulut dari pada memakan daging saudaranya sendiri, dan masih sedikit perempuan yang menjaga pendengarannya, menyaring apa yang harusnya dia dengar dan apa yang tak perlu didengarkan. Semoga Allah Taala selalu menjadikan cahaya dalam hati kita, cahaya pada penglihatan dan pendengaran kita semua.


Fokuslah untuk memperindah akhlak, karena dari keindahan akhlakmulah akan terpancar aura keislaman, teduh ketika dipandang,tatapannya menenangkan, tuturkatanya santun, yakinlah paras yang ayu karena basah air wudhu itu jauh lebih mempesona daripada riasan salon ternama.

Copas dari naskah buku Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus (By. Vita)

Rumahmediagrup/Vita